Lapas Tanjungpinang Gelar Pelatihan Pembuatan Bakery dan Pembenihan Ikan Lele
Oleh : Devi Handiani
Rabu | 27-08-2025 | 19:28 WIB
Pelatihan-Agrobisnis-Lapas1.jpg
Lapas Kelas IIA Tanjungpinang menutup rangkaian Pelatihan Kemandirian Bersertifikat. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Lapas Kelas IIA Tanjungpinang menutup rangkaian Pelatihan Kemandirian Bersertifikat yang meliputi pembuatan bakery dan pembenihan ikan lele di Aula Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Rabu (27/8/2025).

Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama strategis dalam program pelatihan kemandirian Lapas Kelas IIA Tanjungpinang bersama Dinas Perikanan Kabupaten Bintan dan Lembaga Kursus dan Pelatihan Brillant College Indonesia.

Adapun rangkatan kegiatan pelatihan pembuatan bakery dilaksanakan pada 4-6 Agustus 2025 dan diikuti oleh 20 orang warga binaan. Pelatihan Pembenihan Ikan Lele digelar pada 25-27 Agustus 2025 dengan 20 orang peserta.

Setiap peserta yang menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan berhak mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai bukti keterampilan dan bekal untuk membuka peluang kerja setelah bebas.

Tujuannya adalah untuk membekali warga binaan dengan keterampilan teknis dalam bidang tersebut sebagai bekal yang berguna bagi mereka agar produktif dan mandiri setelah selesai menjalani masa pidana. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu warga binaan mengembangkan keterampilan yang bermanfaat dan berdaya saing.

Dalam sambutannya pada penutupan kegiatan, Kalapas Kelas IIA Tanjungpinang, Untung Cahyo Sidharto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan ini.

"Pembekalan keterampilan melalui pelatihan bersertifikat ini menjadi salah satu langkah nyata kami untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat dan berdaya saing," ungkap Kalapas.

Kegiatan ditutup dengan pelepasan tanda peserta dan penyerahan simbolis sertifikat pelatihan kepada peserta. Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para warga binaan dapat mengembangkan keterampilan yang telah mereka pelajari dan menjadikannya sebagai peluang usaha produktif dan mandiri.

Editor: Yudha