Kemilau Nusantara Kepri 2025 Siap Digelar di Tanjungpinang, Ipank Bakal Meriahkan Panggung
Oleh : Devi Handiani
Rabu | 20-08-2025 | 12:08 WIB
KNK-TPI.jpg
Kota Tanjungpinang bersiap menjadi pusat perhatian lewat Kemilau Nusantara Kepri 2025, pada 29-30 Agustus 2025 di Pelantaran Jalan Merdeka. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kota Tanjungpinang bersiap menjadi pusat perhatian akhir Agustus ini lewat Kemilau Nusantara Kepri 2025, sebuah festival budaya akbar yang akan digelar pada 29-30 Agustus 2025 di Pelantaran Jalan Merdeka.

Perhelatan ini dihadirkan untuk memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara yang hidup di Bumi Segantang Lada.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menegaskan festival ini lebih dari sekadar hiburan. "Rangkaian seni, budaya, hingga hiburan modern telah kami siapkan untuk masyarakat Kepri dan wisatawan. Kemilau Nusantara Kepri 2025 bukan sekadar festival, tetapi wadah untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya bangsa," ujarnya, Selasa (19/8/2025).

Salah satu penampilan yang paling dinanti adalah kehadiran penyanyi pop Minangkabau, Ipank, yang dikenal dengan lagu Rantau Den Pajauah. "InshaAllah pada 29-30 Agustus nanti, Ipank akan hadir langsung menghibur masyarakat Tanjungpinang," kata Hasan.

Selain Ipank, panggung Kemilau Nusantara Kepri 2025 juga akan diramaikan oleh Samudera Ensemble dengan pementasan seni Makyong Kepri yang memadukan budaya Melayu dan Tionghoa. Festival ini semakin semarak dengan penampilan DJ yang membawakan musik etnik serta pergelaran budaya Tionghoa dari Ikatan Tionghoa Muda Kepri.

"Semua ini untuk menunjukkan bahwa Kepri adalah miniatur Nusantara, tempat budaya bertemu dan tumbuh bersama," tambah Hasan.

Pemerintah Provinsi Kepri berharap ajang ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang interaksi budaya. "Kami ingin masyarakat lokal maupun wisatawan dapat menikmati langsung kekayaan seni dan budaya dari berbagai daerah, sekaligus menjadikan Tanjungpinang sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia," tegas Hasan.

Editor: Gokli