Kebakaran Hebat yang Hanguskan Satu Toko Klontong di Pasar KUD Tanjungpinang Diduga Akibat Korsleting Listrik
Oleh : Devi Handani
Minggu | 07-04-2024 | 11:06 WIB
pj_walioota_pinang_kekabaran.jpg
Pj Walikota Tanjungpinang Hasan beserta Kapolresta Tanjungpinang dan Kepala BPBD turun langsung meninjau lokasi kejadian (Foto: Devi H)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kebakaran hebat menghanguskan satu ruko klontong di Pasar KUD Tanjungpinang, Sabtu (6/04/2024) malam sekitar pukul 18.30 Wib. Kebakaran yang menimpa toko klontong ini diduga kuat akibat korsleting listrik.

Dua unit mobil pemadam kebakaran terlihat berjibaku memadamkan kobaran api, dengan dibantu warga sekitar. Petugas PLN pun langsung sigap memutus kabel listrik sepanjang lokasi.

Kapolsek Tanjungpinang Kota AKP Susetyo mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga bahwa di Jalan KUD terjadi kebakaran.

"Keterangan dari warga, dia melihat ada api dan sekarang masih kita selidiki karena tadi kondisi rukonya masih tertutup, untuk kronologis jelasnya belum diketahui secara pasti," jelasnya.

Pj. Walikota Tanjungpinang Hasan beserta Kapolresta Tanjungpinang dan Kepala BPBD turun langsung meninjau lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, Hasan bersama Kapolresta Tanjungpinang dan BPBD serta pihak Damkar melakukan koordinasi agar api bisa dikendalikan.

Hasan mengungkapkan, saat ini agar sama-sama berusaha untuk memadamkan api dan memastikan agar api benar-benar padam.

"Tadi kita bersama Kapolresta melihat langsung, saat ini kita lakukan pendinginan kita selesaikan dulu, yang penting tugas kita pastikan api padamkan dulu," jelas Hasan

Masih kata Hasan, berdasarkan informasi yang diperoleh ruko yang ludes terbakar merupakan gudang penyimpanan makanan.

"Menurut keterangan tidak ada orang, itu gudang tempat penyimpanan barang makanan, namun nanti tim damkar yang akan membuat laporannya," ujarnya.

Juliadi Halomoan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tanjungpinang, mengatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan api.

"Dua unit armada kita kerahkan baik 6 ton dan 4 ton. Kita berupaya memadamkan karena material dari plastik mungkin agak sulit untuk di padamkan," terang Juliadi.

Pemadaman itu terus berlanjut dari berbagai sisi dibantu warga sekitar, petugas juga memecahkan kaca ruko di lantai dua untuk melakukan pemadaman.

Editor: Surya