Tradisi 'Haul Jama' di Lingga Masih Terjaga dengan Baik
Oleh : Bayu Yiyandi
Jum\'at | 27-04-2018 | 15:04 WIB
tradisi-lingga1.jpg
Masyarakat Lingga terus melestarikan taradisi 'Haul Jama' yang dilaksanakan setiap menjelang bulan ramadhan. (Foto: Bayu)

BATAMTODAY.COM, Daiklingga - Tradisi Doa Arwah ataupun Haul Jamak masih menjadi ritual yang tak pernah ditinggalkan oleh orang Melayu di Kabupaten Lingga. Meski tidak wajib dalam adat, tradisi itu sampai saat ini masih terjaga dengan baik sebagaimana mestinya.

Tradisi ini dilaksanakan selama satu bulan penuh sebelum masuknya bulan ramadhan secara bergantian dimasing-masing masjid ataupun surau, hingga dirumah. Tujuannya agar melalui doa bersama, dosa dari kesalahan para kerabat mereka yang telah meninggal dunia mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Di tahun 2018 ini, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kebudayaan juga melaksanakan haul jamak di Replika Istana Damnah, Daik Lingga. Sebagai upaya agar tradisi tersebut tetap lestari, meski sebelumnya sudah dua tahun terakhir sempat terhenti.

"Tradisi ini tidak menyalahi ajaran agama yang kita anut. Dalam kegiatan seperti ini juga dapat mempererat silaturahmi dan saling bermaafan, agar dapat menjalani ibadah puasa dalam keadaan bersih tanpa ada dosa," kata Sekda Lingga, Juramadi Esram saat menghadari kegiatan haul jamak itu yang dilaksanakan belum lama ini.

Hingga Jumat (27/4/2018) ini tradisi tersebut masih berlangsung dari masjid ke masjid yang berada di kampung-kampung. Tidak hanya di masjid, para masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki juga melakukan tradisi ini dirumahnya masing-masing.

Tradisi haul jamak ini dilakukan dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT dan hidangan khas melayu menjadi jamuan untuk disantap bersama usai memanjatkan doa.

Editor: Yudha