Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jepang Ungkap Kekuatan Bom Korut 10 Kali Lebih Dahsyat dari Bom Hiroshima
Oleh : Redaksi
Rabu | 06-09-2017 | 20:02 WIB
Bom-Korut.gif Honda-Batam
Foto tanpa tanggal yang dikeluarkan oleh kantor berita Korea Utara, KCNA, pada 3 September 2017, memperlihatkan pemimpin Korut Kim Jong Un (tengah) sedang melihat pipa logam di tempat yang tak diketahui.(REUTERS/KCNA)

BATAMTODAY.COM, Tokyo - Otoritas Jepang, Rabu (6/9/2017) memaparkan perkiraaan tentang kekuatan bom hidrogen yang diledakkan Korea Utara pada awal pekan ini.

Disebutkan, kekuatan ledakan bom mencapai 160 kiloton atau kira-kira 10 kali lebih dahsyat dari bom yang dijatuhkan Amerika Serikat ke Kota Hiroshima.

Bom AS yang menghancurkan Hiroshima pada tahun 1945 itu tercatat membawa hasil ledakan sebesar 15 kiloton.

Perkiraan otoritas Jepang yang dilansir kantor berita AFP ini pun sekaligus menjadi revisi kedua.

Pernyataan sebelumnya menyebut kekuatan bom itu mencapai 70 kiloton, lalu 120 kiloton, dan kini 160 kiloton.

Menteri Pertahanan Itsunori Onodera mengatakan revisi didasarkan pada besaran yang didapat oleh Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization (CTBTO).

"Ini jauh lebih kuat daripada uji coba nuklir mereka di masa lalu," kata Onodera.

Perkiraan terakhir Jepang jauh melebihi hasil antara 50 dan 100 kiloton, yang ditunjukkan oleh Kepala Urusan Politik PBB Jeffrey Feltman ke hadapan Dewan Keamanan PBB.

Rabu dini hari, Onodera mengadakan pembicaraan telepon dengan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis, dan keduanya sepakat untuk meningkatkan tekanan yang kasat mata terhadap Korut.

"Perkembangan nuklir dan rudal Korea Utara berada pada tahap baru ancaman serius dan berbahaya," kata Onodera kepada Mattis.

Uji coba yang digelar Pyongyang hari Minggu, dan diklaim sebagai bom hidrogen yang dirancang untuk rudal jarak jauh, memicu perhatian dunia.

Duta Besar AS Nikki Haley mengatakan kepada DK PBB bahwa Washington akan memberikan keputusan sanksi baru untuk dinegosiasikan dalam beberapa hari mendatang.

Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin menolak seruan AS untuk sanksi lebih banyak, dan menyebut hal tersebut tak akan berguna.

Komentar Putin tampaknya telah memperluas perpecahan di antara kekuatan utama dunia, tentang bagaimana mengendalikan Pyongyang.

Kondisi itu menghadapkan Moskwa dan Beijing melawan Washington, dan sekutu-sekutunya.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe diperkirakan akan mendesak Putin untuk mendukung provokasi kepada Korut.

Keduanya dijadwalkan akan menggelar pembicaraan pembicaraan di Kota Vladivostok, Rusia, Kamis ini.

"Kami harus membuat Korut mengubah kebijakannya saat ini, dan memahami bahwa tidak ada masa depan yang cerah jika Korut melanjutkannya."

Demikian penegasan Abe kepada wartawan menjelang keberangkatan ke Rusia.

Sumber: AFP
Editor: Udin