Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Rapat Dengar Pendapat Bersama STAI SAR, Bintan

Dorong Perguruan Tinggi Ajarkan Pancasila
Oleh : Redaksi
Selasa | 04-04-2017 | 14:50 WIB
hardi-ibnu-sina.jpg Honda-Batam

Anggota DPD RI, Hardi S Hood dalam satu kegiataanya bersama dengan mahasiswa di Kepri. (Foto: Ist)

 

BATAMTODAY.COM, Batam - Anggota DPD RI, Hardi S Hood mengungkapkan, tidak sedikit Perguruna Tinggi (PT) maupun sekolah-sekolah yang tidak lagi memfokuskan untuk mengajarkan mata kuliah pancasila, dan lebih memfokuskan pada prestasi akademik semata.

PT (perguruan tinggi) tidak lagi mengajarkan mata kuliah Pancasila. Bahkan di tingkat sekolah pun, banyak yang telah mengabaikan atau tidak memfokuskannya lagi. Institusi-institusi pendidikan lebih diramaikan dengan orientasi prestasi akademik (tidak salah), namun sayangnya mengabaikan pembentukan karakter atau moralitas anak didik yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,Kata Ketua Komite III DPRD RI, di hadapan ratusan civitas akademika, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sultan Abdurr Rahman (SAR), Kabupaten Bintan Beberapa waktu lalu.

Menurut senator asal Provinsi Kepr ini, secara ideologis pancasila telah dilegitimasikan sebagai dasar negara dan ideologi nasional, namun masih terdapat dua kelemahan mendasar yang perlu diperbaiki, yaitu belum tepatnya pemahaman yang sama tentang kandungan nilai pancasila serta keterkaitannya dengan kebijakan serta strategi nasional, baik dikalangan para pemimpin maupun dikalangan rakyat banyak dan belum terwujudnya kondisi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dicita-citakan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Mantan ketua dewan pendidikan Batam ini menjelaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa memiliki perbedaan yang mendasar dengan ideologi kapitalisme-liberal maupun sosialisme-komunis, dimana pancasila menyukai adanya hak-hak individu maupun hak masyarakat, baik di bidang ekonomi maupun politik.

“Sebagai ideologi terbuka, pancasila membuka ruang penuh bagi negara dan masyarakatnya untuk mencapai cita-citanya dengan berlandaskan pada kesepakatan tentang rule of law sebagai landasan pemerintah atau penyelenggaraan Negara”ujarnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri ratusan kalangan civitas akademika itu, Hardi juga menjelaskan bahwa dari berbagai jajak pendapat yang dilakukan berbagai kalangan dalam waktu yang berbeda-beda, ternyata Pancasila masih mendapatkan dukungan yang kuat dari mayoritas bangsa Indonesia.

“Dukungan yang kuat ini harus diperkuat dengan mengembangan kondisi sosial politik., sosial ekonomi, sosial budaya, serta kondisi pertahanan keamanan yang akan mengukuhkan dukungan itu,” pungkasnya.

Diakhir pertemuan, Hardi meminta agar kalangan perguruna tinggi tidak mengabaikan matakuliah pancasila sebab hal itu sangat berpengaruh terhadap pemahaman generasi muda yang mulai terkikis oleh berbagai hal.

Editor: Dardani