PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Batik Girl for Asean Dihadirkan untuk Kaum Hawa yang Kreatif
Oleh : Suci Ramadhani
Jum'at | 24-03-2017 | 21:01 WIB
Lusi-aja.gif honda-batam

Founder Cinderella from Indonesia Center, Lusia Efirani (Foto: Suci Ramadhani)

BATAMTODAY.COM, Batam - "Batik Girl For Asean" yang diselenggarakan di Hotel Novotel, Kota Batam, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ibu-ibu dalam berkreativitas. Sehingga bisa tampil lebih cantik, mandiri dan peduli. Kegiatan itu juga diselenggarakan bersempena dengan perayaan "Happy Universery Novotel ke-20, Jumat (24/3/2017).

Founder Cinderella from Indonesia Center, Lusia Efirani, menjelaskan bahwa kegiatan yang sudah berjalan selama empat tahun ini, akan mengundang ibu-ibu rumah tangga untuk meningkatkan kemampuan kreativitas  yang dimilikinya, sehingga bermanfaat dan menghasilkan keuntungan.

"Di sini saya mengimbau bagi perempuan yang memiliki bakat, akan diajarkan serta langsung mempraktekkan dan bisa menghasilkan keuntungan untuk membantu perekonomian di dalam rumah tangga," paparnya kepada BATAMTODAY.COM.

Menurutnya, perajin batik ini juga bagus dilakukan untuk kalangan muda, seperti di kampus misalnya. Sehingga bisa memasarkan kepada teman-teman kampus yang lain. Dan dari sana, bisa mendapatkan penghasilan sendiri sehingga dapat membantu orangtua.

Kegiatan Batik Girl For Asean bersempena dengan perayaan "Happy Universery Novotel ke-20 (Foto: Suci Ramadhani)

Khusus untuk Cinderella from Indonesia Center, kata Lusi lagi, bersedia menyediakan peralatan lengkap yang dibutuhkan, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

"Sekarang kami buka di Ruko Dutamas Trafalgar Mall no.18B. Tapi kami berharap anak muda juga bisa bergabung dan ikut serta dalam kegiatan kreatif ini, sesuai keterampilan yang dimilikinya. Bisa masak kue, menjahit, membuat es dan yang lain sebagainya," katanya.

Dahulunya kata Lusi, kegiatan ini diawali dari kegemarannya bersosialisasi ke Lapas. Sehingga memberikan motivasi buat narapida. Namun lama-kelamaan berinisiatif untuk membuat keterampilan dengan membuat es dan akhirnya menghasilkan keuntungan yang cukup lumayan.

"Awalnya saya hanya suka ke Lapas untuk memberi motivasi aja. Setelah itu, saya menemukan ide kreatif untuk membuat es dan kue. Semua itu berjalan selama setahun serta bisa menguntungkan untuk narapidana lain untuk minum es dan kue tersebut. Penghasilan yang dihasilkan cukup baik," ujarnya.

Ide kreativitas Lusia Efirani tentang batik ini pun terus diasahnya hingga ke manca negara. Bahkan, hobby traveling ke berbagai negara, membuat Lusi akhirnya berlabuh di Amerika dan Australia untuk melanjutkan jenjang pendidikannya.  

Expand