Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PAW ‎Raja Amirullah Dianulir, Golkar Kepri Naikkan Raja Astagena Jadi Anggota DPRD Kepri
Oleh : Charles Sitompul
Jum'at | 28-10-2016 | 18:50 WIB
Ketua-DPD-Golkar-Dewi-Kumala-Sari.gif Honda-Batam

Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Kepri, Dewi Kumalasari (Sumber foto: beritatanjungpinang.com)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Pergantian Antar Waktu (PAW) kader Partai Golkar di DPRD Kepri dianulir Menteri Dalam Negeri. DPD Golkar Kepri, kembali mengajukan Raja Asategana, sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Almarhum Sofian Syamsir sebagai Anggota DPRD Provinsi Kepri.

Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Kepri, Dewi Kumalasari mengakui, PAW anggota DPRD Kepri dari Fraksi Golkar Raja Amirullah, sebelumnya telah dianulir Menteri Dalam Negeri akibat yang bersangkutan sedang bermasalah hukum.

"Atas hal tersebut, Kader Golkar di bawahnya, Raja Astagena, kami ajukan sebagai pengganti PAW di DPRD Kepri," ujar Dewi kepada BATAMTODAY.COM di DPRD Kepri, Jumat (28/10/2016).

Saat ini, tambah Dewi, ‎proses pengajuan Raja Astagena sebagai PAW Almarhum Sofian Syamsir, setelah sebelumnya Raja Amirullah dianulir, sedang diproses dan sudah diajukan DPD Partai Golkar ke DPRD Kepri.

"‎Mudah-mudahan dalam waktu dekat, secepatnya PAW-nya dapat dilakukan, sehingga satu kursi partai Golkar yang sebelumnya kosong di‎ DPRD Kepri, sepeninggal kader terbaik Golkar Almarhum Sofiyan Syamsir, akan dapat diisi," sebutnya.

Dewi juga mengatakan, dengan penganuliran namanya dari PAW DPRD oleh Mendagri karena bermasalah hukum, Dewi mengatakan kalau Raja Amirullah juga merasa legowo, karena hal itu merupakan kenyataan.

Berkurangnya satu kursi kader Partai Golkar di DPRD Kepri, diakui Dewi, sangat mempengaruhi proses pengambilan keputusan Golkar di DPRD, termasuk dalam pemilihan Wakil Gubernur nantinya di DPRD Kepri.

"Kekurangan ini memang sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan, khususnya dalam mengamankan kebijakan Partai Golkar, sehingga memang pelaksanaan PAW ini perlu segera dilakukan," ujarnya.

Editor: Udin