Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Biaya Seragam Siswa SD di Tanjungpinang Tembus Angka Rp640 Ribu
Oleh : Habibie Khasim
Senin | 13-06-2016 | 20:13 WIB
kadisdik-dadang1.jpg Honda-Batam

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Huzaifa Dadang Abdul Gani (Foto: dok batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang telah menyusun draf satuan harga seragam sekolah untuk calon siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Huzaifa Dadang Abdul Gani mengatakan, untuk biaya seragam, masih sama dengan tahun lalu, yaitu disamaratakan. Namun, memaNg cukup besar, wali murid siswa Sekolah Dasar (SD) harus membayar uang sekitar Rp640 ribu untuk biaya seragam.

"Saya mengimbau agar masyarakat jangan salah sebut, ini bukan biaya masuk sekolah, tapi biaya seragam. Sudah kita tentukan sama untuk semua sekolah di setiap jenjangnya, jadi tidak ada sekolah yang menambah-nambah lagi," tulis Dadang dalam rilisnya yang disampaikan, Senin (13/6/2016).

Dari Rp640 ribu untuk jenjang SD tersebut merupakan jumlah dari beberapa barang, seperti baju olahraga Rp130 ribu, baju kurung Rp145 ribu, songket untuk siswa Rp70 ribu, jilbab untuk siswi Rp50 ribu, baju Pramuka + ring kacu + lambang pramuka Rp145 ribu, rompi Rp75 ribu dan baju batik Rp75 ribu. Jadi jika ditotalkan jumlah siswa pria membayar Rp640 ribu dan siswa putri membayar Rp625 ribu.

Selain siswa SD, Dadang juga merekapitulasi seragam sekolah jenjang SMP dan SMA/SMK. Untuk jenjang SMP berjumlah Rp1.120.000, SMA Rp1.260.000 dan SMK Rp1,4 juta per siswa. Berikut rekapitulasi harga seragam sekolah yang di buat Disdik Tanjungpinang

Terkait biaya ini, wali murid mengaku belum tahu, karena pada hari pertama, mereka hanya mengambil formulir pendaftaran saja. Namun, jika memang untuk jenjang SD harga seragamnya sampai setengah juta lebih tersebut, ada yang mengatakan standar ada juga yang merasa mahal. Namun memang, yang menjerit adalah mereka dari golongan yang tidak mampu.

"Menurut saya standar, tapi kalau lagi tidak ada juga mau ngomong apa. Kasian juga yang nggak mampu, semoga bisa diangsur lah," ujar Dini, salah satu wali murid yang mendaftarkan anaknya sekolah di SD kawasan Km. 12 Tanjungpinang.

Editor: Udin