Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Berpuasa Nyaman bagi Penderita GERD dan Tukak Lambung
Oleh : Redaksi
Kamis | 09-06-2016 | 15:46 WIB

BATAMTODAY.COM - Selama bulan suci Ramadhan, beberapa penderita penyakit ada yang merasa khawatir. Selain penderita diabetes, penderita penyakit gangguan pencernaan juga banyak yang bertanya-tanya bagaimana caranya agar penyakit mereka tidak kambuh sehingga bisa menjalankan puasa dengan lancar.

Dua jenis penyakit pencernaan yang dialami banyak orang adalah GERD dan Peptic Ulcer. GERD adalah singkatan dari Gastroesophageal reflux disease, merupakan penyakit saluran pencernaan yang bersifat kronis. GERD terjadi ketika asam lambung atau terkadang isi lambung naik kembali ke esofagus (refluks) sehingga seseorang akan mengalami mual bahkan muntah. Akibat naiknya asam lambung maka akan mengiritasi dan membakar esofagus atau kerongkongan sehingga menimbulkan rasa panas pada dada (heartburn) sampai bagian dalam leher bahkan tenggorokan.

Sementara itu, tukak lambung atau peptic ulcer disease (PUD) atau ulkus peptikum adalah luka pada lambung atau usus duodenum karena terjadi ketidakseimbangan antara faktor agresif seperti sekresi asam lambung, pepsin dan infeksi bakteri Helicobacter pylori dengan pelindung mukosa seperti produksi prostaglandin, gastric mukus, bikarbonat dan aliran darah mukosa.

Terlalu sering menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti non-steroid anti-inflamasi (ibuprofen, naproxen dan aspirin), steroid dosis tinggi, konsumsi alkohol berat dan merokok juga dapat berkontribusi untuk gastritis dan PUD.

Gastritis dan PUD dapat didiagnosis melalui endoskopi atas ( instrumen serat optik tipis fleksibel dilewatkan melalui mulut ke lambung dan duodenum) dan selama prosedur biopsi kecil dapat diambil dari lapisan dinding lambung untuk mendeteksi H. pylori . Teknik non-invasif lainnya untuk mendeteksi keberadaan H. pylori termasuk tes antibodi darah, tes napas urea dan uji antigen tinja.

Pasien dapat mengambil beberapa langkah sederhana untuk mengurangi risiko komplikasi gastritis/PUD saat puasa.

Expand