Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kepsek Diminta Jaga Gawang Saat Penerimaan Siswa Baru
Oleh : Habibi Khasim
Sabtu | 28-05-2016 | 12:28 WIB
penerimaansiswabaru2016.jpg Honda-Batam

Ilustrasi penerimaan siswa baru. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Penerimaan siswa baru (PSB) di Kota Tanjungpinang akan segera dilakukan. Tanggal 13 Juni 2016 mendatang akan menjadi ajang rebutan kursi kelas oleh para calon siswa. Meskipun ada kuota 20 persen untuk siswa berprestasi dan tidak mampu, Kepri Corruption Watch (KCW) Kepulauan Riau meminta Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, Huzaifa Dadang Abdul Gani untuk memantau kegiatan tersebut. Karena dari pengalaman yang ada, banyak titipan dari orang-orang kaya dan pejabat dengan modus panitia bekerja kepala sekolah "jaga gawang".

 

Dewan Pembina KCW Kepri, Abdul Hamid mengaku, beberapa kali mendapatkan hal ini. Dimana panitia bekerja sesuai prosedur yang ada, namun kepala sekolah menjadi penjaga gawang diruangannya.

"Dia duduk santai tapi sesekali menerima tamu yang minta tolong dimasukkan anaknya. Diduga ada mahar yang harus dibayarkan kepada sekolah, namun saya belum mendapatkan bukti yang kongkrit, hanya cerita masyarakat saja," ujar Hamid saat ditemui di kantornya, Jalan Wiratno, Tanjungpinang, Sabtu (28/5/2016).

Baca Juga: KCW Desak Disdik Kepri Pantau Siswa Titipan

Hamid mengaku mengkhawatirkan anak-anak yang tidak mampu, rawan tidak dapat masuk sekolah karena adanya praktek-praktek seperti itu. Padahal, untuk orang berduit, harusnya diarahkan ke sekolah swasta yang sepi sekali peminatnya, agar sekolah swasta juga punya murid.

"Memang tidak bisa sepeti itu, tapi harusnya pihak sekolah tidak pilih kasih, dan harusnya mereka sebagai pelayan publik, tidak menggunakan kekuasaan seenaknya seperti itu. Memang bagusnya pada saat penerimaan siswa baru nanti, semua yang terkait didalamnya harus dilakukan pemantauan secara simultan dan intensif," ujar Hamid.

Menurutnya, itu tugas Kepala Dinas Pendidikan. Namun sayangnya, Kadisdik kabupaten/kota di Kepri juga banyak menjadi penjaga gawang, pemberi rekomendasi bahkan langsung mengintervensi kepala sekolah untuk membantu rekannya.

"Terus kita minta pantau sama siapa? masa wali kota yang turun, atau dewan kita yang terhormat yang juga kadang bandel. Makanya, masyarakatlah yang menjadi pengawas kalau orang-orang yang terhormat ini tidak bisa, laporkan langsung kalau kedapatan," ujar Hamid.

Editor: Dardani