Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sikap PKS Dinilai Aneh dan Janggal Tiba-tiba Bicara Pintu Islah, Ada Apa ...
Oleh : Irawan
Selasa | 03-05-2016 | 17:57 WIB
Fahri1.jpg Honda-Batam

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai aneh dan janggal mengatakan, menutup sinyal islah kepada Wakil Ketua DPR setelah tiga pimpinan PKS dilaporkan ke Mahkamah Dewan (MKD) karena terindikasi melakukan pelanggaran etik dan pidana.

Sebab, selama ini PKS tidak memberi pilihan kepada Fahrii dipecat sepihak dari semua jenjang tanpa ada kesalahan yang jelas, hanya berasal dari opini dan asumsi saja.
 
Dalam mediasipun yang digelar PN Jaksel dalam sidang gugatan Fahri Hamzah, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Majelis Takhim yang juga Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Ketua BPDO Abdul Muiz tidak hadir dalam mediasi. 
 
Selain Sohibul, Hidayat dan Muiz, pihak tergugat dalam perkara ini adalah anggota Majelis Tahkim Surahman Hidayat yang Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan dan Abdi Sumaithi. Mediasi yang berlangsung selama dua jam hanya dihadiri oleh Abdi dan tim hukum DPP PKS yang diwakili Zainudin Paru.
 
Namun, Ketua Departemen Bidang Hukum DPP PKS Zainudin menyatakan langkah Fahri melaporkan 3 pimpinan PKS ke MKD melemahkan sinyal islah antara kedua belah pihak. 
 
Zainudin tidak menyebut bahwa islah berada di MKD. Ia menyebut laporan ke MKD akan berdampak pada proses islah.
 
"Kami pesimis karena di tengah mediasi ini sebenarnya harapan yang cukup terbuka baik kepada pak Fahri maupun PKS," kata Zainudin, Selasa (3/5/2016).
 
Zainudin pun menyatakan, mediasi yang digagas oleh PN Jaksel merupakan kesempatan yang baik untuk mencapai kesepakatan antara Fahri dengan PKS soal pemecatannya. Namun kini sinyal tertutup dengan langkah Fahri yang melaporkan Sohibul, Surahman dan Hidayat Nur Wahid ke mahkamah dewan.
 
"Di sini adalah kesempatan untuk saling pahami, mencari jalan terbaik bahkan mungkin untuk saling islah, berdamai. Tapi sinyal itu bisa saja tertutup karena jumat lalu tiba-tiba pak Fahri melaporkan 3 orang pimpinan PKS ke MKD," jelasnya.

Menanggapi hal ini, Fahri mengatakan, di MKD tidak ada istilah islah."Di MKD itu nggak ada islah!" kata Fahri.
 
Menurut Fahri, islah justru ada di pengadilan yang memberi sarana mediasi antara pihak pengugat dan tergugat. Fahri menggugat pimpinan dan anggota 3 lembaga PKS terkait pemecatannya dari segala keanggotaan partai.
 
Namun saat mediasi hari ini, pimpinan dan anggota lembaga PKS yang digugatnya justru tidak datang. Mereka adalah Ketua BPDO Pak Abdul Muiz tidak datang, Ketua Majelis Tahkim Pak Hidayat tidak datang, dan ketiga Presiden Partai Pak Sohibul Iman. 
 
Selain itu juga anggota Majelis Tahkim Surahman Hidayat dan Abdi Sumaithi. Dalam mediasi pertama ini, hanya Abdi yang datang berhadapan dengan Fahri.
 
"Islah kan di sini (mediasi di pengadilan), dia nggak datang. Itu kan pribadi orang saja (laporan ke MKD)," katanya.
 
Wakil Ketua DPR ini menegaskan, tak ada hubungannya antara islah dengan PKS dengan pengaduannya terhadap Sohibul Iman, Surahman, dan Hidayat Nur Wahid ke MKD. Sebab laporan ke mahkamah dewan disebut Fahri bersifat personal.
 
"Kalaupun cabut gugatan ya selesai. Tidak ada yang dirugikan karena itu. Kerugian saya sebagai anggota DPR dengan dasar tanpa surat pengesahan negara kepada majelis Tahkim yang udah pecat saya," jelasnya.
 
Editor: Surya