Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

MPR RI dan Kodam VII Wirabuana Sosialisasi 4 Pilar

Sulut Bisa Jadi Contoh Kuatnya Rasa Kesadaran Berbangsa
Oleh : Surya
Senin | 15-02-2016 | 21:02 WIB
IMG-20160215-WA022.jpg Honda-Batam
Sosialisai Empat Pilar MPR RI bekerja dengan Kodam VII Wirabuana di Manado, Sulawesi Utara

BATAMTODAY.COM, Manado-Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bekerjasama dengan Kodam VII/Wirabuana menyelenggarakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Senin (15/2/ 2016) malam.


Sosialisasi diikuti sekitar 2000 peserta yang memenuhi ruang Aula Gubernur tempat sosialisasi berlangsung. Mereka berasal dari unsur Korem 151/STG, Babinsa, Babinkamtibmas, LSM, Kodim 1302/Minahasa, Kodim 1303/Bolmong, Kodim 1309/Manado, Kodim 1310/Bitung, unsur organisasi masyarakat seperti HMI, GP Anshor, veteran, serta pelajar dan mahasiswa.

Sosialisasi dibuka Wakil Ketua MPR Oesman Sapta dan dihadiri Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Danrem Brigjen TNI Sulaeman Gusto, Pembicara dalam sosialisasi Empat Pilar MPR ini antara lain Prof Dr Bachtiar Aly (Ketua Fraksi Partai Nasdem MPR RI), Achmad Basarah (Ketua Badan Sosialisasi MPR RI).

Di awal sambutan, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengungkapkan kekagumannya karena sosialisasi Empat Pilar MPR ini diikuti veteran pejuang kemerdekaan. 

"Saya berkali-kali membuka sosialisasi Empat Pilar MPR, tapi baru di Manado ini diikuti orang-orang tua yaitu para veteran. Mereka sudah memahami Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, tapi masih mau hadir di sini. Ini belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya.

Menurut Oesman Sapta, rasa kebangsaan tidak bisa diukur dari umur dan jabatan. Ada orang muda atau mereka yang memilki jabatan tinggi tapi tidak punya rasa kebangsaan. Sebaliknya mereka yang tua dan jabatan rendah memilki rasa kebangsaan.  

Oesman Sapta menambahkan sosialisasi Empat Pilar MPR RI adalah acara resmi kenegaraan. Dasar hukumnya adalah UU No 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD. Dalam UU itu, MPR bertugas mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Masyarakat Sulawesi Utara, lanjut Oesman Sapta, memilki rasa kebangsaan dan persaudaraan yang tinggi. Ini terlihat dari falsafah 'semua torang bersaudara'. 

"Ini merupakan hari kebangkitan masyarakat Sulawesi Utara, bersamaan dengan serah terima jabatan Gubernur Sulut," ujarnya. 

Dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015, sambung Oesman Sapta, berjalan aman karena rakyat patuh sehingga aparat mudah mengadakan pengamanan. 

"Ini juga karena penghayatan Empat Pilar. Inilah kuncinya. Inilah ruhnya, dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain," katanya. 

Pada akhirnya Oesman  Sapta berharap peserta bisa mengikuti kegiatan resmi kenegaraan ini dan Pemda Sulawesi Utara terus mendukung pelaksanaan sosialisasi Empat Pilar yang dilakukan anggota MPR.

Sementara itu Pangdam Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengungkapkan kekaguman terhadap peserta yang hadir mulai dari veteran pejuang 45, siswa SLTA, mahasiswa, TNI, Polri. "Ini sangat luar biasa," katanya. 

Menurut Pangdam, sosialisasi ini menjadi tempat sharing informasi tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"MPR mendatangi setiap wilayah untuk mensosialisasikan apa yang menjadi dasar negara," katanya.

Pangdam mengharapkan peserta jangan mensia-siakan kesempatan ini. 

"Kita menyatukan tekad untuk mengingat kembali ruh kebangsaan. Peserta bisa menyebarkan kepada lingkungan sekitar tentang dasar dan ruh kebangsaan," katanya.

Agus mengatakan, pelaksanaan sosialisasi empat pilar ini membangkitkan kembali kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara, yang saat ini tengah krisis jatidiri.

"Aksi kekerasan terjadi di mana-mana, Jatidiri bangsa sedang krisis. Makanya kita bangga dapat dukungan dari MPR untuk memberikan pemahaman dan kesaadaran kepada masyarakat," kata Agus.

Agus menegaskan, sosialisasi empat pilar bisa dilaksanakan di daerah konflik seperti Poso dan TNI akan membackup penuh keamanan bila hal akan dilakukan oleh MPR.

"TNI akan all out memperjuangkan roh dan jatidiri bangsa. Sosilisasi ini dilakukan di daerah yang selama ini mengajarkan ontolerensi. Kita juga akan ajak tokoh budaya dan tokoh agama. Kita akan bangkitkan kesadaran mereka secara massif agar kekerasan tidak lagi menjadi Panglima," katanya.

Pangdam VII Wirabuana menambahkan, tugas TNI saat ini selain berperang juga membantu tugas pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

"Menjaga ketahanan pangan, kalau di laut menjaga agar laut kita tidak curi kekayaannya oleh asing. Kalau di darat kita ciptakan swasemda pangan seperti beras dan jagung," katanya.

Editor : Surya