Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Puan Dinilai Telah Menyakiti Hati Rakyat Indonesia
Oleh : Surya
Kamis | 28-01-2016 | 17:20 WIB
Puan_Maharani.jpg Honda-Batam
Menko PMK Puan Maharani

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Candaan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani yang meminta rakyat miskin agar diet, terus menuai protes keras.


Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Muhammad Budyatna mengatakan pernyataan Puan itu sangat menyakitkan rakyat. 

"Rakyat susah disuruh diet, sementara Puan sendiri masih tamak (rakus)," sindir Budyanta kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Alasan Budyatna menyebutnya tamak, karena Puan sudah hidup senang dan punya jabatan menteri dengan gaji dan fasilitas yang banyak, masih tamak mempertahankan jabatannya sebagai anggota DPR, padahal sudah menjadi menteri.

"Pernyataan Puan ini tentu sangat-sangat menyakitkan hati rakyat, terutama hati rakyat miskin. Harusnya Puan mendorong pemerintahan yang ditopang oleh kekuatan koalisi pimpinan PDIP untuk bekerja keras agar kehidupan rakyat membaik dan mampu membeli beras berkualitas paling baik yang ada di dunia," katanya.

Sebagai putri Ketua Umum PDIP, Puan seharusnya malu bahwa masih ada rakyat yang mengonsumsi beras miskin dengan kualitas buruk. Bukan malah bangga seolah pemerintah pro rakyat miskin ketika membagikan beras tersebut.

"Kalau masih ada beras miskin dibagikan ke rakyat dan rakyat masih mengambil jatah beras yang jelek tersebut apalagi minta tambah, maka artinya pemerintahan ini gagal minimal untuk tidak menambah jumlah orang miskin," tandasnya.

Sebelumnya di sela-sela penyaluran program raskin/rastra tahun 2016, Bali, Selasa (26/01) lalu, Gubernur Made Mangku Pastika meminta kepada Menko PMK Puan Maharani agar alokasi beras untuk rumah tangga miskin (raskin) di Bali dinaikkan.

Menanggapi permintaan tersebut Puan Maharani menerangkan kalau pemerintah belum memikirkan mengenai kemungkinan menaikkan alokasi raskin yaitu tetap 15 Kg saja. Bahkan sambil berseloroh dia meminta rakyat untuk mengurangi makan.

"Jangan banyak-banyak makan lah, diet sedikit tidak apa-apa," gurau Menteri Puan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras di Bali terus mengalami peningkatan selama satu tahun berakhir. Akibatnya, jumlah orang miskin di Pulau Bali meningkat dari 4,7 menjadi 5,2 persen.

Hal ini membuat kebutuhan akan raskin juga meningkat. Pernyataan Puan ini pun meramaikan dunia Maya dan mendapatkan kritik keras dari para netizen. 

Editor : Surya