Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jokowi Tolak Usulan Pembelian Heli Kepresidenan
Oleh : Redaksi
Jum'at | 04-12-2015 | 08:13 WIB
jokori by getty.jpg Honda-Batam
Presiden Joko Widodo. (Foto: Getty)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Usulan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna untuk membeli helikopter baru kepresidenan mendapat penolakan dari Presiden Joko Widodo, kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kamis (03/12).


Penolakan presiden, menurut Pramono dalam jumpa pers di kantor presiden, dilandasi argumentasi bahwa helikopter yang ada saat ini masih bisa digunakan untuk mendukung tugas-tugas kenegaraan.

Lagipula, lanjut Pramono, harga helikopter baru yang diusulkan terlalu tinggi. “Seperti yang diketahui bersama, saat ini, untuk heli, Presiden menggunakan Super Puma yang dirakit PT DI (Dirgantara Indonesia). Dengan mempertimbangkan dan mendengarkan berbagai masukan, Presiden memutuskan untuk tidak menyetujui usulan pembelian AW101," kata Pramono.

Sikap presiden itu sejauh ini belum mendapat tanggapan dari Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna.
Kepada BBC Indonesia, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto mengatakan masih menunggu kedatangan Marsekal Agus Supriatna dari kunjungan kerja di Australia.

Dalam lawatannya ke sejumlah daerah, Presiden Jokowi biasa menggunakan helikopter Super Puma. Namun, lantaran helikopter itu telah berumur 25 tahun, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI AU Agus Supriatna pernah mengusulkan untuk membeli helikopter VVIP (very very important person) jenis AgustaWestland AW101.

Beberapa hari lalu dia mengatakan, bahwa pengadaan sudah sesuai rencana strategis pengadaan piranti Alutsista di TNI AU periode 2015-2019.

KSAU menegaskan, bahwa pembelian helikopter VVIP yang diperuntukkan bagi Presiden, Wakil Presiden, pejabat tinggi negara dan tamu negara itu lebih mengutamakan safety (keamanan) dan kenyamanannya. (Sumber: BBC Indonesia)

Editor: Dardani