Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jangan Anggap Sepele Klaim RRT atas Natuna, Bisa-bisa Lepas seperti Sipadan-Ligitan
Oleh : Surya
Rabu | 18-11-2015 | 13:51 WIB
IMG_20151007_153359_edit.jpg Honda-Batam
Anggota Komite I DPD RI Muhammad Nabil, Senator asal Provinsi Kepulauan Riau

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Posisi strategis Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di beranda terdepan NKRI yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga telah menimbulkan berbagai permasalahan hukum dan keamanan.


"Permasalahannya mulai dari TKI illegal, penyelundupan, illegal fishing, perdagangan manusia (trafiking), ancaman kelompok radikal, ancaman kedaulatan negara dan lain-lain," kata Senator Muhammaad Nabil dalam laporan kegiatan di daerah pemilihan Provinsi Kepri pada 30 Oktober-15 Nopember 2015 lalu.

Nabil mengatakan, ancaman dan tantangan keamanan terbesar di Asia Tenggara saat ini adalah memanasnya konflik terbuka di Laut China Selatan (Laut Tiongkok) yang melibatkan beberapa Negara ASEAN. 

"Klaim sepihak Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terhadap gugusan Kepulauan Natuna (Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas) merupakan ancaman serius dan berbahaya bagi kedaulatan teritorial NKRI," katanya.

Anggota Komite I DPD RI ini mengungkapkan, dalam pemberitaan terbaru pihak RRT sudah memasukkan Kepulauan Natuna dalam peta wilayahnya dan menerbitkan Paspor baru yang ada nama Kepulauan Natuna. 

"Pemerintah pusat harus mengoptimalkan solusi penyelesaian konflik di perbatasan negara yang kaya potensi migas, pariwisata dan perikanan ini bersama pihak-pihak terkait di dalam dan luar negeri secara cerdas dan tuntas," katanya.

Jika pemerintah terlambat mengantisipasi, menurut Nabil, potensi terulang kejadian lepasnya beberapa wilayah kepulauan Indonesia ke pihak negara lain seperti Pulau Sipadan-Ligitan, Timor-Timur (Timor Leste) bukan mustahil terjadi lagi.

Pemerintah, lanjutnya, harus segera membawa permasalahan besar ini ke Mahkamah Internasional dengan dasar diplomasi yang kuat demi keutuhan NKRI agar Natuna tidak direbut RRT, seperti halnya Sipadan-Ligitan jatuh ke tangan Malaysia.

Editor : Surya