Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Terlibat ISIS, Perizinan yang Diterbitkan Djoko Diminta Dievaluasi
Oleh : Surya
Senin | 16-11-2015 | 12:00 WIB
IMG_20151007_153359_edit.jpg Honda-Batam
Muhammad Nabil, Senator asal Provinsi Kepri, Anggota Komite I DPD RI

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Senator Muhammad Nabil meminta agar izin investasi yang ditangani Dwi Djoko Wiwoho selama menjabat Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan (BP) Batam agar dievaluasi paska keterlibatannya dalam Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).


"Izin investasi yang dikeluarkan Djoko harus di evaluasi, karena bisa jadi memberikan kemudahan bagi ISIS untuk investasi di Batam," kata Nabil di Jakarta, Senin (16/11/2015).

Nabil mengatakan, posisi Djoko sebagai Direktur PTSP BP Batam sangat strategis, sehingga bukan mustahil membantu ISIS dalam menggalang dana dengan memberikan kemudahan investasi di Batam.

"Karena itu harus diungkap, bisa jadi lewat perizinan investasi, ISIS membentuk jaringan dan kaki tangannya di Batam guna memperrlebar jaringan di luar Batam," katanya.

Menurut Nabil, bukan mustahil Batam telah dijadikan basis ISIS di Indonesia guna mencari pendanaan, pengikut dan simpul-simpul jaringan.

"Ini jangan dianggap enteng? Apa tidak ada Djoko-Djoko lain di Batam. Kalau saya perhatikan ISIS di Batam sudah membentuk simpul-simpul jaringan yang kuat dengan basis Kota Batam," katanya.

Anggota Komite I DPD RI ini berharap seluruh pejabat di Batam dan Kepulauan Riau (Kepri) mulai dilakukan screening atau penelusuran ideologinya apakah terkait dengan ISIS atau tidak.

"Saya kira screening perlu menjadi perhatian pemerintah, jangan dianggap hal sepele. Kalau jaringan ISIS makin luas, pemerintah juga yang repot," katanya.

Nabil sendiri mengaku tidak menyangka Djoko terlibat ISIS karena penampilan Direktur PTSP BP Batam itu tidak seperti seorang fundamentalis.

"Semua yang di Batam kaget dan tidak menyangka. Ini warning bagi pemerintah, jangan anggap barang sepele, karena kalau ISIS makin berkembang, pemerintah juga yang repot," kata Senator asal Kepri ini.

Editor : Surya