Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kabid Humas Bantah Kapolda Kepri Condong ke Salah Satu Paslon
Oleh : Hadli
Rabu | 28-10-2015 | 18:43 WIB
kapolda-arman-baru.jpg Honda-Batam
Kapolda Kepri Brigjen Arman Depari. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Beredarnya kabar Kapolda Kepri Brigadir Jendral (Brigjen) Polisi Arman Depari condong ke salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur dan Walikota-Wakil Walikota Batam pada Pemilukada 9 Desember 2015 mendatang, dibantah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kepri Ajun Komisaris Besar Polisi, Hartono menepis kabar itu. 

"Itu tidak benar, baik sebagai pimpinan di jajaran Polda Kepri maupun secara pribadi, Bapak Kapolda tidak mendukung pasangan calon mana pun. Kapolda netral," katanya menanggapi BATAMTODAY.COM. Baca: Kapolda Kepri Kembali Ingatkan Netralitas Polri di Pilkada

Menurut Hartono, sikap netral Kapolda Kepri pada Pemilukada Desember 2015 mendatang sesuai arahan dari Kepala Kepolisian RI, Jendral Badrodin Haiti. "Sesuai dengan arahan Kapolri seluruh anggota polri tidak boleh berpihak, harus tetap bersikap netral," paparnya meyakinkan wartawan.

Munculnya dugaan Kapolda Kepri Brigjen Pol Arman Depari mendekati dan didekati salah satu Paslon yang disebut-sebut memiliki kekuatan politik dan massa itu, saat ini sudah menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat. Khususnya di kalangan para relawan pendukung paslon.

Padahal, Kapolri Jendal Badrodin Haiti saat mengunjungi Polda Kepri menegaskan Polri harus bersikap netral. Ia menegaskan, bila ada anggota Polri yang mendukung paslon, agar langsung dilaporkan padanya.

"Kalau ada anggota Polri yang berpihak, silahkan laporkan kepada saya. Akan saya tindak tegas sesuai dengan aturan bila terbukti," tegasnya. Baca: Laporkan ke Kapolri Jika Ada Oknum Polri yang Tak Netral dalam Pilkada

Mantan Waka Polri ini menegaskan, fungsi Polri dalam pesta demokrasi melakukan pengamanan untuk menjaga Kamtibnas agar kenyamanan dan ketentraman dapat dirasakan masyarakat.

Editor: Dardani