Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kepuasan Publik terhadap Jokowi-JK Terus Menurun, Dibanding 6 Bulan lalu
Oleh : Surya
Kamis | 08-10-2015 | 15:26 WIB

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Survei Indo Barometer merilis kepercayaan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurun. Hanya 46 persen publik menyatakan puas dengan kinerja Jokowi.


Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menjelaskan hasil survei yang dilakukannya menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo menurun 11,5 persen dibandingan survei enam bulan sebelumnya.

"Yang tidak puas 51.1 persen. Jika dibandingkan survei 6 bulan sebelumnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi turun dari 57.5 persen ke 46 persen atau sekitar 11.5 persen," kata Qodari di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Begitu juga dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kepuasan kinerja terhadap JK juga menunjukan penurunan menjadi 42.1 persen.

"Yang tidak puas 52.9 persen. Jika dibandingkan survei 6 bulan sebelumnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wakil Presiden JK turun dari 53.3 persen ke 42.1 persen. Penurunan sebesar 11.2 persen," paparnya.
 
Lebih lanjut Qodari juga menjelaskan bahwa dalam survei kali ini memperlihatkan bahwa hubungan antar lembaga yang terbaik menurut kacamata publik adalah Presiden dan Wapres.

"Jadi skor tertinggi justru hubungan terbaik antara Presiden Jokowi dan Wapres M Jusuf Kalla yakni sebesar 83,7 persen. Jadi di mata publik nggak benar itu isu-isu hubungan tak baik presiden-wapres," kata Qodari.

Sementara hubungan terendah adalah antara Presiden dengan DPR RI yang hanya 64.9 persen. 

"Ini survei dengan jawaban terbuka. Jadi semua jawaban tidak kami konstruksikan, ini jawaban terbuka dari masyarakat, sehingga kadang-kadang tidak menyambung"," kata Qodari.

Yang menarik tambah Qodari, jawabannya masyarakat atas keberhasilan pemerintahan Jokowi-JK tertinggi pada pemberian Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebesar 15,5 persen. Disusul pemberantasan KKN sebesar 6,5 persen dan pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebesar 5,1 persen. 

Kemudian pembangunan infrastruktur sebesar 4,5 persen dan hukuman mati narkoba sebesar 3,4 persen.

"Namun yang menarik justru jawaban tidak tahu atau tidak menjawab apa keberhasilan pemerintahan Jokowi-JK yang sebesar 38,1 persen," kata Qodari.

Sementara soal kegagalan pemerintahan Jokowi-JK tertinggi soal harga kebutuhan pokok yang mahal sebesar 17,3 persen, disusul tidak mampu mengatasi masalah ekonomi sebesar 13,3 persen dan melemahnya nilai tukar rupiah sebesar 7,4 persen serta meningkatnya harga BBM sebesar 4,3 persen.

Indo Barometer secara periodik melakukan survei setiap enam bulan sekali. Survei ini dilakukan pada tanggal 14-22 September 2015 di 34 propinsi dengan jumlah responden 1.200 orang dengan margin error sebesar 3,0 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
.
Responden dilakukan dengan metode multistage random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner.  

 Editor : Surya