PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dicari, Calon Bupati Bintan yang Peduli Dunia Pendidikan
Oleh : Harjo
Kamis | 05-03-2015 | 18:42 WIB
Sahat_Simanjuntak_peci.jpg honda-batam
Sahat Simanjuntak. (Foto: dok/BATAMTODAY.COM)

BATAMTODAY.COM, Tanjunguban - Sejumlah bakal calon (balon) sudah mulai gencar-gencarnya melakukan sejumlah pertemuan dengan warga, baik langsung atau tidak langsung. Namun, calon kepala daerah yang dicari adalah bupati yang peduli dengan pendidikan di Bintan.

"Bukan rahasia umum, menjelang tahapan pilkada, sejumlah balon sudah mulai tebar pesona dengan melakukan pendekatan dengan masyarakat, dengan berbagai pola baik melalui kegiatan keagamaan dan juga temu ramah," ujar Sahat Simanjuntak, tokoh masyarakat Bintan Utara, kepada BATAMTODAY.COM, Kamis (5/3/2015).

Sahat menyebutkan, apa yang dilakukan oleh para politisi yang akan memperebutkan kursi kepala daerah, bukanlah hal baru. Sejak dimulainya pemilihan umum langsung, politisi semakin rajin turun ke masyarakat untuk mendapatkan dukungan.

Hanya saja dia berharap, balon yang akan maju nantinya ada yang peduli dengan dunia pendidikan Bintan. Karena kondisi dunia pendidikan di Bintan saat ini dinilai sudah memprihatinkan, terutama yang menyangkut masalah moral.

Menurutnya, indikasinya terlihat jelas dengan banyaknya kasus-kasus, baik berupa kasus asusila dan tindak pidana lainnya. Diketahui, dari sejumlah kasus justru baik korban dan pelaku masih di bawah umur atau masih usia sekolah.

"Kasus asusila merupakan permasalahan yang menonjol di Bintan. Bahkan persentasenya hampir menyaingi kasus kecelakaan lalu lintas di daerah ini. Itu artinya sangat dibutuhkan pemimpin yang benar-benar memiliki konsep yang bisa menata dunia pendidikan ke arah yang lebih baik lagi," katanya.

Kasus beberapa siswi yang terpaksa putus sekolah baik di wilayah Bintan Utara dan Bintan Timur akibat hamil diakui mencoreng dunia pendidikan di Bintan, walaupun masalah tersebut tidak terlepas dari peran orang tua dan sekolah.

Tetapi kepala daerah ke depan juga harus peka dengan dunia pendidikan, karena ujung tombak berkembangnya suatu daerah jelas tidak bisa lepas dari generasi muda sebagai penerus pembangunan.

"Kepala daerah yang dibutuhkan adalah yang peduli dan peka terutama terhadap dunia pendidikan. Bukan yang hanya sekedar merasa sudah berhasil membangun Bintan, namun kenyataanya justru nol besar," imbuhnya.

Hal yang sama disampaikan oleh pemuda Bintan Utara, Fauzi Ramadhan. Menurutnya, sosok kepala daerah nanti diharapkan yang berpihak kepada masyarakat Bintan secara nyata. "Politisi yang sudah mulai terjun ke masyarakat dan menyampaikan akan memberikan perubahan dan kemajuan Bintan dengan sejumlah program, setidaknya bisa memberikan contoh secara langsung, di antaranya memang berdomisili di Bintan," katanya.

Fauzki menegaskan, kalau hanya berbicara dan berjanji, jelas siapa pun orangnya pasti bisa. Tetapi hingga saat ini lebih dari 50 persen pejabat Bintan justru berdomisili di luar Bintan. "Logikanya, hanya berapa jam mereka berada di Bintan. Lantas apakah mereka bisa benar-benar memahami kondisi masyarakat Bintan, sementara uang yang dihasilkan dari APBD Bintan saja dihabiskan di luar Bintan?" imbuhnya. (*)

Editor: Roelan