Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Saat Ditangkap, BW Pakai Sarung dan Baju Koko dengan Tangan Diborgol Layaknya Teroris
Oleh : Surya
Jum'at | 23-01-2015 | 19:45 WIB
BW2.jpg Honda-Batam
Istimewa

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjajanto (BW) saat ditangkap penyidik Bareskim Mabes Polri tengah mengenakan sarung, baju koko dan kopiah.


BW pun digiring ke memasuki mobil untuk dibawa Bareskim dengan tangan diborgol di depan, yang sedianya hendak diborgol tangannya dibelakang. Bahkan mulut BW sempat mau diplester karena memprotes penangkapannya.

Polri memperlakukan BW layaknya seorang teroris, padahal yang bersangkutan seorang pejabat negara aktif.


"Bambang tidak melakukan tindak pidana luar biasa. Luar biasa itu seperti tangkap tangan pada tindak pidana terorisme atau korupsi. Kalau prosedur penanganan tindak pidana biasa, ada proses pemanggilan yang bertahap," kata Adnan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/1/2015)

Nursyahbani Katjasungkana, satu tetangka BW mengatakan, penangkapan dilakukan dengan paksaan tim penyidik.

"Tadi pagi, jam setengah tujuh, Pak Bambang mengantar anak sekolah. Begitu keluar (dari halaman sekolah) dihentikan mobilnya untuk digeledah," kata Nursyabani.

Menurut keterangan Nursyahbani, Bambang diborgol dan dipaksa masuk mobil penyidik. Pada saat penangkapan tersebut, juga ada seorang anak Bambang yang berada di mobil.

"Saat itu Pak Bambang mengajak anaknya yang mahasiswa kedokteran," katanya.

Sedangkan istri BW, Sari Indra Dewi, mengatakan, BW hanya mengenakan pakaian santai saat ditangkap oleh Bareskrim Polri hari ini.

BW memakai baju koko dan sarung saat ditangkap. Koko dan sarung merupakan pakaian yang sehari-hari dipakai Bambang usai salat subuh. Bahkan, saat mengantar anaknya, BW  tidak pernah mengenakan pakaian formal.

"Mas Bambang masih dengan baju koko dan sarungan, soalnya tadi agak telat nganternya," kata Sari Indra Dewi.

Setelah ditangkap dan sampai di Bareskrim Polri, kata Sari, BW sempat meneleponnya untuk memberitahu kondisi setelah penangkapan.

"Tadi setelah di Bareskrim sempat telepon tolong siapkan beberapa perlengkapan keseharian, baju, obat-obat, Alquran sajadah dan alat tulus. Sekarang perlengkapannya sudah diantar oleh ajudannya," katanya.

Sari memastikan kondisi sang suami dalam kondisi baik dan tidak terdengar perasaan cemas ataupun panik.

"Nadanya biasa saja, dan beliau menenangkan saja. Teleponnya tadi jam 8.30 WIB sangat cepat cuma 15 menit. Neleponnya pakai telepon anak saya Izzat.

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie mengatakan, BW saat ditangkap tidak melakukan perlawanan. "Tidak ada. Penangkapan sangat manusiawi," kata Ronny.

Ronny mengatakan, BW ditangkap seorang diri tidak bersama anaknya, di Jalan Raya Kota Depok, Jawa Barat.

"Dijelaskan surat-surat yang jadi dasar (penangkapan), beliau juga 'welcome', kemudian dibawa ke Bareskrim. Tidak ada penangkapan yang tidak manusiawi," katanya.

 Ronny menambahkan, Bareskrim Polri memiliki tiga alat bukti yang kuat untuk menangkap Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.

"BW ditangkap karena diduga menyuruh orang untuk memberikan keterangan palsu di muka persidangan di Mahkamah Konstitusi , terkait sengketa Pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah," katanya.

Editor: Surya