Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ketahui Penyebab Sakit Kepala Sering Terjadi
Oleh : Redaksi
Kamis | 18-12-2014 | 11:35 WIB
migrain.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM - Penyebab sakit kepala sangat beragam. Bukan hanya karena tekanan darah yang tinggi saja, namun stres, udara yang panas, menstruasi dan gangguan pada otak bisa menjadi penyebab sakit kepala sering terjadi pada seseorang. 

Sakit kepala adalah sakit yang terjadi di bagian kepala di atas mata atau telinga, belakang kepala, atau di belakang leher bagian atas.

Oleh karena itu, sakit kepala bisa dibedakan menjadi beberapa jenis seperti sakit kepala sebelah (migrain), sakit kepala karena tegang, sakit kepala cluster, sakit kepala campuran, sakit kepala hormonal, dan sakit kepala sinus.

Nah, berikut ini beberapa penyebab sakit kepala sekaligus cara mengatasi sakit kepala. 

Stres
Stres adalah penyebab sakit kepala. Misalnya, pekerjaan yang banyak, deadline, dan ketegangan lainnya. Umumnya orang yang bekerja dari Senin hingga Jumat akan melampiaskan kebutuhan tidurnya pada Sabtu dan Minggu. Padahal "membalas" kekurangan jam tidur ini justru menyebabkan nyeri kepala. 

Saat stres mereda perlahan-lahan, di akhir pekan misalnya, jumlah hormon stres menurun sehingga menyebabkan pelepasan neurotransmitter secara cepat. Hal tersebut membuat pembuluh darah mengerut kemudian melebar dan menyebabkan sakit kepala. 

Cara mengatasinya:
Hindari tidur di akhir pekan lebih dari 8 jam karena hal tersebut dapat menyebabkan sakit kepala. Anda bisa mencoba untuk melakukan relaksasi, seperti yoga. 

Memendam emosi
Salah satu penyebab sakit kepala adalah memendam emosi atau kemarahan. Bila Anda marah, otot-otot di bagian belakang leher dan kulit kepala akan merasa tegang dan menyebabkan sensasi yang terasa seperti kepala Anda diikat erat.

Cara mengatasinya: 
Ketika Anda mulai marah atau emosi, bernafaslah dalam-dalam melalui hidung dan keluarkan melalui mulut secara perlahan-lahan. Hal ini dapat mengendurkan otot kepala yang tegang. Selain itu, Anda pun harus mengontrol kemarahan atau emosi. 

Postur buruk
Bentuk tubuh atau postur tubuh yang buruk dapat menyebabkan ketegangan pada punggung bagian atas, leher, dan bahu. Alhasil, Anda pun terserang sakit kepala. Biasanya hal ini diiringi rasa nyeri yang berdenyut mulai dari dasar tengkorak dan terkadang pada bagian wajah, terutama dahi. 

Cara mengatasinya: 
Hindari duduk atau berdiri di posisi sama dalam jangka waktu yang lama. Anda sebaiknya duduk tegak sehingga bagian punggung bagian bawah tertopang dengan baik.

Selain itu, pertimbangkan menggunakan headset bila pekerjaan Anda mengharuskan Anda memakai telepon secara terus-menerus. Pasalnya, menggunakan gagang telepon terlalu lama akan membuat otot bahu dan kepala menjadi tegang sehingga terjadi sakit kepala. 

Wangi parfum
Sakit kepala juga bisa disebabkan wewangian yang terlalu menyengat. Misalnya parfum, pembersih lantai, atau penyegar ruangan beraroma berbahan kimia yang dapat menyebabkan sakit kepala. 

Cara mengatasinya: 
Jika Anda rentan terhadap sakit kepala yang disebabkan oleh bau-bauan, maka sebaiknya hindari parfum serta wewangian yang berbau tajam dan menyengat.

Atau, gunakan penyegar udara tanpa wewangian dan pastikan perputaran udara di dalam rumah mencukupi. Misalnya, membuka jendela dan pintu rumah secukupnya. 

Cuaca buruk
Penyebab sakit kepala yang lainnya adalah cuaca buruk. Sebut saja kelembapan udara yang tinggi, peningkatan suhu, atau badai.

Nah, perubahan tekanan udara tersebut menyebabkan perubahan cuaca yang memicu perubahan fisik dan listrik dalam otak. Hal tersebut dapat mengganggu saraf sehingga menimbulkan sakit kepala. 

Cara mengatasinya: 
Tidak banyak yang bisa Anda lakukan selain mengonsumsi obat penghilang rasa sakit untuk mencegah sakit kepala yang semakin parah. 

Cahaya yang terlalu terang
Lampu yang terlalu terang yang membuat silau pun dapat menjadi salah satu penyebab sakit kepala atau migrain, terlebih lagi jika lampu tersebut berkedip-kedip. Hal ini bisa meningkatkan bahan kimia tertentu pada otak yang memicu migrain. 

Cara mengatasinya: 
Menggunakan kacamata yang dapat mengurangi intensitas cahaya dan mengatur pencahayaan di komputer atau laptop supaya lebih ramah bagi mata. 

Seks
Beberapa wanita atau pria sering mengalami sakit kepala padahal merasa sedang bergairah karena akan melakukan hubungan seksual.

Dalam situasi ini, sakit kepala terjadi karena adanya tekanan pada otot leher dan kepala. Sakit kepala juga dapat terjadi selama foreplay atau sesaat sebelum orgasme dan berlangsung selama beberapa menit atau hingga 1 jam. 

Cara mengatasinya: 
Ambil obat penghilang rasa sakit untuk mengobati sakit kepala sehingga Anda tetap bisa berhubungan seks.

Sumber: Meetdoctor.com