PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tak Punya Rumah, Ismeth Terpaksa Nginap di Hotel BBR Selama Sebulan
Oleh : Roelan
Minggu | 12-01-2014 | 15:51 WIB
Ismeth Abdullah SP_2007.jpg honda-batam
Ismeth Abdullah. (Foto dokumen)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) pertama, Ismeth Abdullah, punya kenangan unik selama di Tanjungpinang. Salah satunya ketika harus tinggal di mana saat menjabat sebagai Gubernur Kepri.

Dalam perbincangan dengan BATAMTODAY.COM, Minggu (12/1/2014), Ismeth mengaku tidak memiliki rumah di Tanjungpinang. Rumah yang ditinggalinya di Batam pun milik Otorita Batam (kini Badan Pengusahaan Batam). Sementara, Gedung Daerah Tanjungpinang saat itu juga belum bisa untuk ditinggali.

"Akhirnya saya (terpaksa) menginap di sini selama sebulan, di lantai atas," kata Ismeth, yang ditemui di Hotel Bintan Beach Resort (BBR) Tanjungpinang.

Ismeth mengaku, saat itu tak sempat memikirkan untuk diri sendiri akibat banyaknya tugas yang diemban harus diselesaikan segera.

"Sampai sekarang pun saya tak punya rumah di Tanjungpinang. Di Batam juga tak punya," ujar Ismeth.

Setelah menginap di hotel yang terletak di ujung Jalan Pantai Impian itu, ternyata Ismeth belum juga bisa memiliki rumah sendiri di Tanjungpinang. "Setelah itu, komandan TNI AL meminjamkan sebuah rumah di komplek AL di Jalan Sudirman. Rumah itu akhirnya kita renovasi sedikit. Setelah Gedung Daerah selesai direnovasi, barulah menempati di situ," kenang Ismeth.

Ismeth juga bercerita mengenai pengalaman unik ketika berkunjung ke Tanjungpinang pada hari ini. Ketika ingin melaksanakan shalat Zuhur, dia meminta ajudannya untuk mencari masjid yang sepi. Maksudnya agar tidak "dipergoki" warga.

Setelah keliling-keliling di sejumlah tempat, ketemulah masjid yang terlihat sepi,  yakni di Jalan Citra, persis di belakang RRI Tanjungpinang. Hanya ada beberapa jamaah yang melaksanakan shalat di masjid itu, dan selanjutnya Ismeth memutuskan untuk shalat di situ.

"Setelah selesai salam dan ingin pergi, eh tak tahunya saya dirubung. 'Pak Ismeth, ya'. 'Apa kabar, Pak', mereka menyapa saya. Niatnya sih pingin pergi diam-diam, tak tahunya malah dirubung," ujar Ismeth sembari tersenyum.

Ismeth tak ingin berkomentar banyak mengenai kedatangannya ke Tanjungpinang, hari ini. Termasuk ketika ditanya kemungkinan untuk maju dalam pemilihan gubernur tahun depan. Pun ketika diminta tanggapannya tentang seleksi pejabat BP Batam yang menimbulkan kontroversi.

"Saya ingin lihat-lihat saja, dan bertemu dengan teman-teman lama," elak Ismeth. (*)