Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Inilah 10 Jenis Mi Paling Top di Dunia
Oleh : Redaksi
Jum'at | 22-11-2013 | 13:34 WIB
mee_pok.jpg Honda-Batam
Mee  Pok. (Foto: Flick River)

BATAMTODAY.COM - Bentuknya beragam: tipis, tebal, pipih, atau bulat. Umumnya terbuat dari gandum atau beras, walau ada juga yang dari biji-bijian lainnya. Tiap jenis mi punya sejarah tersendiri.

Berikut ini sepuluh jenis mi paling top di dunia seperti dilansir situs Femina,

1. La Mian
Salah satu jenis mi tertua dan tampilannya serupa la mian modern Cina. Secara harfiah, la mian berarti mi tarik. Dibuat dari gandum menggunakan tangan.  Caranya, adonan mi dipelintir dan ditarik sampai panjang, kemudian dipotong tipis-tipis. Cara lain, sebagaimana aksi dari Paman Kho di Pasar Senen. Mi jenis ini digunakan dalam sup dan kentang goreng. La mian mirip dengan lo mein Kanton, tapi jauh lebih tipis dari kebanyakan lo mein yang disajikan di Amerika.

2. Ramen
Banyak pendapat, ramen dibuat dengan prinsip dasar membuat la mian.  Ini karena istilah ramen dalam bahasa Cina berarti la mian, dan juga karena mi yang dipakai dalam ramen disebut chuka men, dalam bahasa Jepang berarti mi Cina. Bentuk chuka men tipis dan sering digunakan untuk masakan Jepang, seperti champon (daging babi goreng dalam kaldu seafood dan sayuran). Sama halnya dengan masakan populer di Korea, yakni yakisoba (mi goreng) yang mirip dengan chow mein di Cina. Ini menunjukkan terjadinya pertukaran budaya kuliner di Cina dan Asia Timur.

3. Udon
Mi gandum  tebal  khas Jepang. Disajikan dalam kaldu hangat plus taburan bawang daun. Beberapa catatan menyebut, tahun 800-an seorang  biksu Jepang  membawa udon dari Cina (yang dikenal sebagai cu mian). Sekali lagi, ini membuktikan bahwa mi memang sudah membudaya dalam masyarakat  Jepang.

4. Soba
Lahir di zaman Edo dalam sejarah klasik Jepang, soba dibuat dari tepung gandum kuda atau buckwheat (Fagopyrum esculentum). Gandum (wheat) ini bukan padi-padian yang  keluarga besar rumput. Ladang-ladang tanaman semusim ini, di Buthan atau desa-desa di Korea Selatan dan Jepang mirip ladang bunga potong. Di puncak musim, bunga warna pink bermekaran. Dari tajuk bunga  muncul biji-biji  berbentuk elips yang  dipanen lalu disosoh jadi bulir-bulir gandum kuda (bahan tepung soba). Di Jepang, soba digunakan untuk membuat sup tradisional, didinginkan, dan dimakan dengan saus.  Mi ini telah dikonsumsi berabad-abad lalu dan jadi makanan pokok di Tokyo selama periode Edo.

5. Mee Pok
Mi gandum kuning dari Cina yang berbentuk lebar dan pipih. Disantap dengan saus atau disajikan dalam sup jamur dan daging babi/sapi cincang di atasnya. Sajian ini juga disebut bak mee chor di Singapura, Thailand, dan Malaysia. Secara tradisional, mee pok dibuat dengan cara dikeringkan dan dicampur saus atau kaldu. Sajian lain yang sama, tapi dengan campuran ikan atau kue bola ikan, adalah yu wan mee. Di Palembang, Indonesia, ada hidangan serupa dengan nama mi celor.

6. He Fen/Pho
Populer juga dengan nama hor fun atau shahe fen. Di Cina, mi ini dibuat dari tepung beras, berbentuk lebar dan pipih. Biasanya digoreng bersama daging sapi (sebagai chao fen/mi goreng) atau disajikan di dalam sup. Akulturasi terjadi di Vietnam dengan nama pho dan di Indonesia dengan nama kwetiau.

7. Suun
Secara tradisional, suun terbuat dari pati kacang hijau, oleh karenanya dikenal sebagai mi kacang hijau atau mi kacang benang. Kini, suun juga dibuat dari ubi, kentang, atau singkong. Di  Cina, suun dihidangkan dengan kentang goreng atau dicampur ke dalam sup. Suun juga menyebar ke Jepang, Korea, Vietnam, dan negara di Asia Selatan.
 
8. Bihun
Mirip suun, hanya terbuat dari tepung beras. Dikonsumsi di seluruh Asia. Populer di Singapura dalam hidangan mi sate kacang (satay bee hoon) atau digoreng seperti hokkien mee. Bihun juga dikenal sebagai pancit di Filipina dan biasa digunakan sebagai mi ulang tahun.

9. Idiyappam
Mi dengan helaian halus  yang terbuat dari tepung beras ini populer di India dan Sri Lanka. Adonannya dicetak dengan memakai alat pres yang ditekan dengan tangan, lalu dikukus hingga matang. Lazim disajikan bersama kari dan acar/chutney.

10. Dotori Guksu
Mi Korea yang dibuat dari biji pohon ek. Mengingat sejarah panjang makanan berbasis biji-bijian dan mi di Korea, kemungkinan mi ini telah dikonsumsi selama beberapa milenium di sana. Mi yang terbuat dari biji-bijian dan tepung ini  mirip soba. Lebih banyak disantap dalam keadaan dingin dengan kentang goreng dan saus.

Sumber: Femina