Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ternyata, Sekolah di Tanjungpinang Masih Jualan Buku
Oleh : Habib
Selasa | 22-10-2013 | 17:13 WIB
buku pelajaran.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Jual beli buku kembali terjadi di sekolah. Meskipun telah dilarang, praktik tersebut masih saja ada.

Wali murid SDN 003 Bukit Bestari, Tanjungpinang, misalnya, telah dimintai pembayaran uang buku oleh guru. Menurut wali murid kelas 3 yang tak mau disebutkan namanya tersebut, ada beberapa judul buku yang harus dimiliki oleh siswa. Harga buku tersebut rata-rata Rp30 ribu per eksemplar.

"Sempat kemarin pernah tahu kalau penjualan buku di sekolah tidak diperbolehkan lagi. Tapi sekarang kenapa ada guru yang menjual buku? Apa mereka tidak tahu tentang aturan itu atau bagaimana?" ujar wali murid tersebut kepada BATAMTODAY.COM, Selasa.

Guru SDN 003 Bukit Bestari, Hrm, tak menampik ada beberapa judul buku pelajaran yang harus dibeli siswa. "Ada lima buku yang harus mereka beli untuk pembelajaran mereka di rumah. Ada yang harganya Rp29 ribu, ada yang Rp32 ribu. Bervariasilah," tutur Hermin saat ditemui di sekolah.

Kendati demikian, dia membantah telah memaksa siswa untuk membeli buku tersebut. Kata dia, mengingat buku pelajaran itu penting bagi siswa, maka setiap siswa diharapkan memiliki buku pelajaran.

Kendati demikian, guru ini mengaku tidak memberatkan siswa dan wali murid. Pembelian buku tersebut boleh dicicil maksimal enam kali bayar. "Boleh dicicil kok, Mas, mau tiga kali atau lima kali bayar tidak masalah," tutur Hrm.

Kabid Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kepri, Atmadinata, yang dihubungi terpisah, menegaskan bahwa sekolah telah dilarang memperjualbelikan buku pelajaran. Dia berjanji akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Dadang. (*)

Editor: Dodo