Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dianggap Tak Berkualitas, Siswa Desak Kepala SMAN 14 Batam Dicopot
Oleh : Gokli
Rabu | 25-09-2013 | 15:05 WIB
siswa_sma_ngadu_ke_dprd.jpg Honda-Batam

PKP Developer

Siswa SMA Negeri 14 saat mengadukan permasalahan mereka ke DPRD Batam.

BATAMTODAY.COM, Batam - Puluhan siswa SMAN 14 Batam, yang terletak di Tanjung Sengkuang, Batu Ampar berbondong-bondong mendatangi Gedung DPRD Batam. Mereka mendesak supaya kepala sekolah, Bungasia dicopot dari jabatannya.

Desakan itu disampaikan oleh para siswa ini, disebabkan adanya intimidasi dan banyaknya penyelewengan dana yang dilakukan oleh kepala sekolah tersebut. Hal ini, kata para siswa ini salah satu bentuk tidak berkualitasnya seorang pemimpin untuk memajukan pendidikan, khusunya di SMAN 14 Batam.

Salah seorang siswa kelas XII, Aji Sentosa, mengatakan kondisi yang mereka alami saat ini di sekolah tersebut sudah tidak nyaman. Ketidaknyamanan itu ditimbulkan adanya puluhan anggota Satpol PP dan Polisi yang menjaga mereka pada saat jam pelajaran. Bahkan, diluar anggota Satpol PP dan Polisi, ada juga belasan preman yang diturunkan oleh kepala sekolah untuk menjaga di pintu gerbang.

"Kami tak nyaman lagi belajar di sekolah itu. Kami, bukan penjahat ataupun teroris yang harus dikawal Polisi atau Satpol PP. Kami juga ketakutan karena banyak adanya banyak preman," jelas dia, Rabu (25/9/2013) di Gedung DPRD Batam.

Selain bentuk intimidasi, lanjut Aji, kepala sekolah juga disebut juga melakukan banyak penyimpangan dana. Adanya pungutan-pungutan, dan penggunaan dana yang tak jelas.

Untuk itu, Aji, mewakili teman-temannya mendesak Bungasia supaya diganti atau dicopot. Melalui DPRD Batam, sebagai wakil rakyat desakan pencopotan itu mereka sampaikan, agar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Muslim Bidin mengambil sikap tegas.

"Mana ada seorang pendidik yang nyuruh preman untuk mengintimidasi siswa dan menyuruh melakukan pemukulan. Kepala sekolah seperti itu sudah harus diganti dan diturunkan dari jabatannya," kata dia, yang diamini puluhan siswa lainnya.

Terkait adanya pemukulan terhadap salah seorang siswa, dikatakan Aji, akan mereka bawa ke ranah hukum. Korban, Rudi Azhar Hasibuan, siswa kelas XI akan membuat laporan Polisi. Diketahui, preman yang melakukan pemukulan itu merupakan suruhan kepala sekolah yang juga merupakan pihak keluarganya.

"Pemukulan itu mau dilaporkan ke Polisi," tutupnya.

Saat ini, suasana di Gedung DPRD Batam bak pasar basah. Suara bising dari puluhan siswa ini memenuhi ruangan lobi komisi. Memang, para siswa ini tidak bertindak anarkis, hanya saja suara mereka memecahkan keheningan.

Editor: Dodo