Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Disdik Kepri Akan Kirim Guru Khusus untuk Tuntaskan Buta Aksara di Lingga
Oleh : Agus Hariyanto
Kamis | 22-08-2013 | 12:24 WIB
buta-huruf.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Angka buta aksara di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Lingga terbilang tinggi. Namun, angka buta aksara di Kabupaten Bintan sudah teratasi dengan baik.


"Di Kepri ada dua daerah yang kini dalam fokus penuntasan buta aksara, di antaranya di Kabupaten Lingga dan Kabupaten Bintan. Tapi penuntasan buta aksara di Bintan sudah bisa diatasi dengan baik," kata Yatim Mustafa, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kamis (22/8/2013).

Menurut Yatim, buta aksara fungsional adalah sebutan yang digunakan untuk menjelaskan kemampuan membaca dan menulis yang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini sama dengan buta aksara dalam arti terbatas, yang berarti ketidakmampuan untuk membaca atau menulis kalimat sederhana dalam bahasa apapun.

Saat ini, katanya, Dinas Pendidikan Kepri telah membuat sejumlah program untuk membantu warga dan peserta didik agar bisa membaca dan menulis. Sementara untuk kasus di di Lingga, Dinas Pendidikan akan mengirimkan guru-guru khusus untuk ditempatkan d isejumlah sekolah di Lingga.

"Yang menjadi kendala kita di Lingga adalah karena di sana banyak terdapat pulau-pulau sehingga banyak pula pulau-pulau yang belum dan sudah terjangkau namun belum optimal sehingga perlu kita optimalkan," terangnya.

Yatim menyatakan, jumlah penutasan buta aksara di Kepri sudah mulai membaik dari tahun ke tahun. Tahun ini jumlahnya sudah mencapai 70 persen yang sudah tidak buta aksara dan 20 persen masih dalam pembelajaran, dan 10 persenya lagi masih diusahakan di dalam pendataan. (*)

Editor: Dodo