Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Penyebab Panas di Malam Hari Dipicu Kenaikan Suhu Bumi
Oleh : Redaksi
Selasa | 13-08-2013 | 09:54 WIB
Thermometer-Rusty-Clark.jpg Honda-Batam
Ilustrasi termometer.

OREGON - Semua orang pasti pernah merasakan kondisi panas dan gerah pada malam hari. Tidak hanya pada musim kemarau, pada musim hujan sekalipun malam-malam kita terasa semakin gerah. Penyebab kondisi ini terungkap dari hasil penelitian terbaru tim dari University of Washington dan Oregon State University.

Kathie Dello, ilmuwan dari Oregon Climate Service di Oregon State University bersama Karin Bumbaco dan Nicholas Bond dari University of Washington mengklasifikasikan kondisi gelombang panas sebagai kondisi kenaikan suhu selama tiga hari berturut-turut di atas suhu rata-rata abad ini.

Tim peneliti menemukan 15 peristiwa peningkatan gelombang panas pada malam hari di wilayah Pasifik Barat Daya, Amerika Serikat dari tahun 1901 hingga 2009. Dari 15 peristiwa tersebut, sebanyak 10 peristiwa terjadi di atas tahun 1990. Lima kondisi panas pada malam hari terjadi selama 4 tahun berturut-turut antara tahun 2006-09.

Sejak penelitian ini dinyatakan layak untuk diterbitkan dalam Journal of Applied Meteorology and Climatology, kondisi panas pada malam hari ini kembali terjadi akhir bulan Juni lalu.

Dengan menggunakan kriteria yang sama, tim peneliti juga menemukan 13 peristiwa gelombang panas pada siang hari dalam periode 1901 hingga 2009. Hanya dua peristiwa gelombang panas siang hari yang terjadi selama 20 tahun terakhir. Sementara gelombang panas malam hari telah diteliti dalam dua dekade terakhir dengan frekuensi yang terus meningkat.

Menurut tim peneliti, frekuensi gelombang panas pada malam hari akan semakin meningkat seiring kenaikan suhu bumi. Berbeda dengan peristiwa gelombang panas pada siang hari yang dipicu oleh turunnya gelombang panas dari puncak pegunungan, peristiwa gelombang panas malam hari dipicu oleh panas yang terperangkap dalam kelembapan udara. Saat kelembapan naik, suhu udara juga meningkat.

Menurut tim peneliti, kondisi ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, namun juga terjadi di negara-negara lain. Kondisi ini menjadi contoh dampak perubahan iklim yang bisa kita rasakan setiap hari. Penelitian ini menyimpulkan, pemanasan global akan memerparah kondisi ini pada masa datang. Mari bersama atasi krisis iklim.

Sumber: hijauku.com