Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Waspadai Zat Beracun dalam Vitamin
Oleh : Redaksi
Senin | 05-08-2013 | 13:19 WIB
vitamin c suplemen.jpg Honda-Batam
Ilustrasi vitamin.

BATAM - Saat membeli vitamin dan suplemen, Anda tentunya berharap tubuh menjadi lebih sehat dan bertenaga. Tentunya, Anda tidak akan membayangkan bahwa vitamin atau suplemen yang dibeli mengandung bahan-bahan beracun.

Karena itu, sebelum membeli vitamin atau suplemen, sebaiknya perhatikan apakah vitamin yang Anda konsumsi mengandung bahan-bahan berikut ini, seperti yang ditulis Allwomanstalk:

1. Maltodekstrin
Salah satu bahan yang paling beracun yang harus dihindari adalah maltodekstrin. Maltodekstrin merupakan pemanis yang berasal dari Genetically Modified (GM), karena ada kemungkinan bahwa vitamin tersebut juga mengandung Genetically Modified Organisms (GMO).

Pemanis ini biasanya ditemukan pada beberapa makanan olahan, suplemen olahraga, dan bubuk protein, yougurt dengan pemanis buatan dan vitamin. Maltodekstrin pada dasarnya merupakan nama lain untuk jagung transgenik yang merupakan bahan beracun untuk menghindari pasokan makanan.

Maltodekstrin dapat menyebabkan peradangan, asam urat, gangguan pencernaan, dan sensitivitas insulin.

2. Magnesium Stearate
Magnesium yang satu ini, bukan sumber dari mineral gizi magnesium. Magnesium stearate justru merupakan racun yang sering kali berada dalam suplemen atau vitamin. Kandungan ini dapat memblokir penyerapan nutrisi ke dalam tubuh.

Bahkan, apabila dikonsumsi secara teratur, bahan ini terkait dengan pengembangan "biofilm" yang berbahaya dalam usus dan menyebabkan masalah pencernaan.

3. Dektrosa
Sama dengan maltodekstrin, dextrose juga merupakan gula jagung yang mengandung GMO. Dextrose dapat menyebabkan lemak perut meningkat dan resistensi insulin, karena dapat meningkatkan gula darah bahkan sampai derajat variabel.

Karena itu, pastikan untuk membaca label dengan baik. Jika melihat segala sesuatu yang berakhiran 'ose', ada kemungkinan bahwa vitamin tersebut mengandung beberapa jenis gula.

4. Titanium Dioxide
Bahan adiktif yang satu ini, juga sering ditemukan dalam suplemen dan vitamin. Bahan tersebut merupakan bubuk nanopartikel yang belum teruji dan dikaitkan dengan risiko kesehatan termasuk gangguan autonium, kanker, dan berbagai penyakit lainnya. Kandungan ini juga menyebabkan kerusakan sel dan tidak memiliki manfaat apa pun.

5. DMAA
Dimethylamylamine atau DMAA, baru-baru ini dianggap sebagai zat ilegal bagi produsen, apabila disertakan dalam vitamin dan suplemen. Hal ini dianggap sebagai bahan yang sangat beracun dan berpotensi menyebabkan kematian yang banyak digunakan dalam suplemen penurunan berat badan. DMAA juga sering dikaitkan dengan serangan jantung, stroke, denyut jantung tidak teratur, dan masalah pernapasan.

6. Vitamin Sintetis
Mungkin Anda berpikir bahwa kalimat "Vitamin tambahan", merupakan sesuatu yang sehat. Namun, nyatanya, setiap nama alternatif yang diberikan untuk vitamin, berasal dari sumber sintetis menakutkan. Vitamin sintetis dibuat di laboratorium dan berasal dari batu bara serta minyak bumi.

Vitamin-vitamin sintetis ini biasanya dinamai dengan asam askorbat, yaitu vitamin C, riboflavin yang merupakan vitamin B2, dan dl-alfa tokoferol asetat atau tocopherol, yang merupakan vitamin E.

Sumber: viva.co.id