Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Produk Boros Energi Habiskan Listrik $70 Miliar Per Tahun
Oleh : Dodo
Sabtu | 29-06-2013 | 10:31 WIB

BATAM - Sebanyak 2 miliar produk dan piranti yang boros energi di Amerika Serikat mengonsumsi energi lebih banyak dibanding konsumsi energi satu negara di wilayah lain.

Hal ini terungkap dari analisis terbaru American Council for an Energy-Efficient Economy (ACEEE) berjudul “Miscellaneous Energy Loads in Buildings” yang dirilis pekan ini.

Banyak peralatan rumah tangga seperti TV, komputer, kipas atap, elevator, pembuat es, hingga mesin MRI menggunakan energi setara dengan konsumsi energi Meksiko, Selandia Baru dan 200 negara yang lain. Nilai energi ini sama dengan jumlah minyak yang harus diimpor dari Teluk Persia dan Venezuela setiap tahun.

Kabar baiknya penduduk Amerika Serikat bisa menghemat energi hingga 40-50 persen jika mereka mau mengganti produk boros energi mereka dengan produk dan teknologi yang ada saat ini. Menurut Sameer Kwatra, yang memimpin penelitian ini, jika konsumen mau, Amerika Serikat akan mampu menghemat energi setara dengan energi yang digunakan oleh Argentina dalam setahun.

Semua peralatan ini masuk dalam kategori MEL (miscellaneous energy load) karena tidak cocok masuk dalam kategori pemakaian energi tradisional seperti kulkas, produk pemanas, ventilasi dan AC (Heat, Ventilation, Air Conditioning / HVAC), atau lampu. Keragaman ini juga menunjukkan bahwa masih banyak produk yang hanya sedikit – bahkan tidak ada – yang menggunakan fasilitas efisiensi energi.

Produk-produk seperti kipas atap (ceiling fans) dan alat pembuat es, diatur oleh standar efisiensi energi dari pemerintah federal. Sementara produk-produk lain seperti TV dan monitor komputer diatur di bawah standar sukarela seperti ENERGY STAR®, sehingga masih banyak produk yang masuk dalam kategori MEL yang terus menyedot energi.

Keinginan untuk meningkatkan standar efisiensi energi saat ini terus meningkat. Produk seperti elevator, eskalator dan pemindai MRI dan CT masih berpeluang sangat besar untuk menghemat energi. "Saatnya kita mencari cara membuat semua peralatan yang boros energi menjadi lebih efisien," ujar Steven Nadel, Direktur Eksekutif ACEEE.

Sumber: hijauku.com