Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Mengulas Cita Rasa Lezat Telur Seribu Tahun
Oleh : Dodo
Rabu | 19-06-2013 | 12:50 WIB
TELUR PITAN.jpg Honda-Batam
Telur Pitan. (Foto: viva.co.id)

BEIJING - Bagi Anda pecinta kuliner China, nama telur pitan atau yang akrab disebut century egg atau one thousand year egg mungkin sudah tidak asing lagi. Biasanya, telur ini disajikan bersama semangkuk bubur atau dijadikan sebagai campuran masakan.

Telur pitan dibuat dari telur bebek. Hampir sama dengan telur asin. Hanya saja, sistem pengolahannya yang berbeda. Jika telur asin menggunakan tanah liat atau abu gosok  dan garam, telur pitan ini menggunakan sekam (kulit padi) dan soda yang bersifat basa.

Waktu pemeramannya juga berbeda, telur asin butuh waktu 7 - 10 hari, sedangkan telur pitan butuh waktu 100 hari (3 bulan). Selama pemeraman, lingkungan basa menyebabkan putih telur mengeras dengan warna kehitaman dan transparan, serta kuning telurnya menjadi hijau kecokelatan.

Media China baru-baru ini melaporkan, ada 30 perusahaan telur pitan yang ditutup oleh pihak berwenang. Perusahaan tersebut diduga menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya. Saat penyidikan, ditemukan adanya tembaga sulfat dalam telur. Penambahan bahan berbahaya ini ditujukan agar proses pengeramaan telur lebih singkat.

Melansir Rocketnews,  telur pitan dapat dimanfaatkan sebagai produk pangan olahan telur yang memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh, dimana kandungan telur pitan yang bersifat basa dapat menetralisir kandungan asam dalam tubuh, sehingga dapat menyeimbangkan kondisi asam basa dalam tubuh.

Sumber: viva.co.id