Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

The Velvet Underground Capai Kesepakatan dengan Yayasan Warhol
Oleh : Dodo
Jum'at | 31-05-2013 | 17:03 WIB
velvet_underground.jpg Honda-Batam
The Velvet Underground. (foto: stereogum.com)

CALIFORNIA - The Velvet Underground menyelesaikan sengketa hukum dengan Yayasan Andy Warhol tentang hak atas rancangan Warhol untuk band tersebut.

BBC melaporkan pada tahun lalu band Amerika Serikat itu menuntut Yayasan Andy Warhol setelah memberi lisensi atas logo pisang dari album pertama mereka tahun 1967 untuk digunakan produk-produk lain.

Sengketa hukum didasarkan pada argumentasi bahwa logo tersebut sudah menjadi lambang untuk band The Velvet Underground dan yayasan tidak punya hak untuk menggunakannya.

Tidak dijelaskan rincian dari kesepakatan damai antara kedua pihak namun pengadilan yang direncanakan pada 29 Juli tidak diperlukan lagi.

Andy Warhol -pelopor seni kontemporer dunia- menjadi manajer dan produser dari The Velvet Underground, yang didirikan oleh Lou Reed dan John Cale pada pertengahan 1960-an.

Dia merancang sampul Velvet Underground & Nico, yang dilengkapi dengan gambar pisang dan slogan 'kupas perlahan dan lihat'.

Gugatan Velvet


Gugatan hukum yang diajukan di pengadilan New York memperlihatkan bahwa band tersebut menuntut hak eksklusif logo pisang bagi kepentingan komersial dan meminta ganti rugi serta keputusan untuk mencegah yayasan memberi lisensi penggunaannya.

Yayasan yang didirikan Andy Warhol untuk pengembangan seni visual itu mengambil kepemilikan logo pisang pada tahun 1987 dengan alasan The Velvet Underground tidak punya hak atas logo itu.

Sebaliknya band mengajukan gugatan hukum bahwa yayasan yang tidak memiliki landasan untuk memiliki logo pisang. Bulan September tahun lalu, seorang hakim federal sudah menolak gugatan pelanggaran hak cipta.

Kini kasus itu tidak harus maju ke pengadilan lagi dan belum ada komentar dari kedua belah pihak tentang kesepakatan damai yang dicapai.

Warhol antara lain dikenal dengan lukisan kontemporernya atas tokoh dan bintang dunia, antara lain Mao Tse Tung, Marlyn Monroe, dan Evlis Presley.

Tahun lalu, gambar Elvis Presley karya Andy Warhol dilelang dengan harga diperkirakan lebih dari US$50 juta atau Rp455 miliar dalam lelang di New York.

Sumber: BBC