Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pendinginan Bumi Berakhir Abad 19
Oleh : Dodo
Jum'at | 26-04-2013 | 14:35 WIB

ANALISIS DATA iklim selama 2.000 tahun terakhir menunjukkan tren pendinginan bumi berakhir pada akhir abad 19. Hal ini terungkap dari hasil penelitian National Science Foundation terbaru yang dirilis pada Minggu (21/4/2013).

Penelitian ini mengevaluasi perubahan suhu bumi paling komprehensif selama 1000-2000 tahun terakhir. Tim peneliti menyimpulkan, tren pendinginan jangka panjang, yang disebabkan oleh sejumlah faktor termasuk fluktuasi konsentrasi dan distribusi panas matahari dan peningkatan aktivitas vulkanik, berakhir pada akhir abad ke-19.

Penelitian ini juga menemukan bahwa abad 20 adalah abad paling panas di seluruh benua, kecuali di benua Antartika. Data di benua Afrika tidak mencukupi untuk masuk dalam analisis ini. Menurut tim peneliti, pemanasan global yang dimulai pada abad 19 membalik tren pendinginan jangka panjang ini.

"Hasil penelitian terbaru ini menunjukkan, perubahan iklim, sebagaimana biasa, lebih rumit dari yang kita harapkan. Pemanasan global lebih berdampak lokal dari yang sebelumnya diperkirakan," ujar Paul E. Filmer, Direktur Program di NSF.

"Faktor alam yang menyebabkan pendinginan masih ada hingga sekarang, namun sejak abad 19 muncul pemicu pemanasan global yang lebih kuat yaitu aktivitas manusia. Kita tidak bisa memerkirakan rekor suhu baru tanpa memerhitungkan faktor pemicu ini," tambah Filmer.

Penelitian skala besar ini melibatkan konsorsium 78 peneliti dari 24 negara yang beberapa diantaranya didanai oleh National Science Foundation (NSF).

Sumber: hijauku.com