Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Satpol PP Anambas Amankan 2 Anak Sekolah Sedang Ngelem
Oleh : emmi/dd
Selasa | 12-02-2013 | 15:31 WIB
ngelem.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

ANAMBAS, batamtoday - Saat melakukan razia rutin dalam menegakkan jam belajar siswa, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Kepulauan Anambas berhasil mengamankan dua anak sekolah, MI(16) dan AP(16) sedang ngelem di sekitar sekolah SMPN 1 Siantan baru-baru ini.


"Sesuai dengan Perbup Nomor 7a, Kabupaten Kepulauan Anambas diberlakukan jam belajar. Jadi para pelajar tidak boleh keluar rumah atau keluyuran di atas jam 9. Saat patroli anggota kita menemukan dua pelajar sedang menghisap lem di sekitar SMPN 1," kata Kepala Satpol PP, Dodi Nuryadi, Selasa (12/2/2013).

Dodi juga menambahkan, kedua pelajar salah satu SMA tersebut salah satunya merupakan warga Desa Kiabu. Setelah ditangkap Satpol PP memanggil orang tua siswa tersebut dan setelah diberikan nasehat siswa tersebut juga membuat surat pernyataan di atas materai Rp 6000 agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"Kedua orang tua siswa yang diamankan dipanggil. Setelah kita berikan beberapa nasehat termasuk dari orangtua yang bersangkutan siswa juga membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya bermaterai, baru kita perbolehkan pulang," katanya.

Selain memanggil kedua orangtua siswa, kata Dodi, Satpol PP juga menyurati pihak sekolah kedua siswa itu. Hal ini dilakukan agar pihak sekolah juga mengetahui keberadaan siswanya dan dapat memberikan tindakan disiplin kepada siswanya.

"Kita juga telah sampaikan kepada sekolah, nanti tergantung sekolah bagaimana menindaklanjutinya, karena kejadian ini juga diluar jam sekolah mungkin hanya sebatas peringatan atau nasehat kepada siswanya," ujar Dodi.

Dodi juga menilai terjadinya kenakalan anak sekolah maupun remaja karena pengaruh teman dan jauh dai pantauan orangtua. Beberapa kali kejadian kenakalan anak sekolah umumnya dari pulau-pulau.

"Terjadinya kenakalan remaja juga berpengaruh kepada pengawasan orang tua, sebagai contoh salah satu yang kita amankan dari desa Kiabu jadi siswa itu kost atau tinggal dirumah saudaranya. Hal ini membuat anak sekolah jauh dari pantauan orangtuanya langsung," katanya.