Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Yogyakarta Kembangkan Sejuta Hektare Hutan Bambu
Oleh : dd
Kamis | 07-02-2013 | 11:51 WIB
hutan_bambu.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

YOGYAKARTA, batamtoday - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan pengembangan hutan seluas 1 hektare selama lima tahun ke depan. Sebab, tanaman bambu semakin langka secara nasional. Diharapkan, DIY menjadi pengungkit perekonomian masyarakat, melalui tanaman bersama daerah lain, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, dan Bali.

“Kalau 1 juta tidak mampu, ya dikurangi,” kata Kukuh Sutoto, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Opak dan Progo, belum lama ini.

Asumsinya, dalam 1 hektare lahan, dapat ditanami 400 rumpun bambu, masing-masing terdiri lima batang bambu. Artinya, satu hektare lahan menghasilkan sekitar 2.000 batang bambu, harga satu rumpun Rp 20 ribu, dan yang telah diawetkan Rp 120 ribu. Untuk 1 juta hektare hutan bambu, DIY akan mampu menambah devisa Rp 40 triliun per tahun.

Dari 18 ribu hektare lebih luas hutan di DIY, sepertiganya hutan bambu. Berdasarkan data 2011, luas hutan bambu di DIY 220 hektare, tersebar di empat kabupaten, meliputi 94,8 hektare di Sleman, 66,2 hektare di Bantul, 55,3 hektare di Kulonprogo, dan 4,25 hektare di Gunungkidul. Pada 2012, pemerintah DIY dan Jawa Tengah menanam bambu di lahan seluas 100 hektare. “Tahun ini, kami menanam di 15 desa,” kata Kukuh.

Direktur Bina Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan, Haryadi Himawan, mengatakan produksi bambu nasional turun. Pada 1987, nilai ekspor produk bambu US$ 415 juta. Namun, pada 2004, tinggal US$ 2,28 juta. Sedangkan Cina, sebagai sentra bambu dunia, menghasilkan devisa Rp 110 triliun dari ekspor bambu.

Ahmad Dawam, Kepala Dinas Kehutanan DIY, menjelaskan keterbatasan lahan untuk menanam bambu dapat diatasi dengan penanaman di pinggir sungai. “Itu yang memungkinkan. Paling tidak, untuk menanam 144 ribu rumpun bambu,” kata dia. Apalagi secara ekologis, akar bambu punya daya cengkeram kuat untuk mengikat air. Sehingga dapat mencegah banjir di hilir sungai.

Ketua Asosiasi Pengembangan Kerajinan Republik Indonesia DIY, Amir Panzuri, menambahkan, bambu tidak hanya digunakan untuk membuat perkakas rumah tangga. Serat bambu pun bisa diolah menjadi benang yang sangat kuat, untuk membuat baju. “Kaus kaki saya ini terbuat dari serat bambu,” kata dia.

Sumber: Tempo.co