Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jika Pemilu Legislatif Digelar Hari Ini

Survei SMRC Menangkan Golkar, PKS Nyungsep
Oleh : si
Minggu | 03-02-2013 | 16:45 WIB

JAKARTA, batamtoday - Partai Golkar terus mengokohkan sebagai pemenang Pemilu 2014 dalam survei yang digelar Saiful Mujani Research & Counsulting (SMRC).



Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mantan Presidennya, Luthfi Hasan Ishaaq baru saja ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terlibat dalam kasus impor daging sapi, terjun bebas dimata masyarakat alias Nyungsep. 

"Demokrat terus turun sampai 8 persen, Golkar di atas dan PDIP stabil. Gerindra memimpin kalangan partai menengah, PKS hanya meraih 2 persen," kata Direktur Riset SMRC Jaedy Hanam, dalam paparan hasil surveinya di  Jakarta, Minggu (3/2/2013).

Dari survei tersebut, jika pemilu legislatif digelar pada saat ini Partai Golkar menepati urutan teratas mencapai 21 persen, PDIP (18 persen), Partai Demokrat (8 persen), Partai Gerindra (7 persen), PKB (5 persen), Nasdem (5 persen), PPP (4 persen), PKS (2 persen), PAN (1 persen) dan Partai Hanura (1 persen). 

Ada hal menarik dari survei SMRC kali ini. Yakni tingkat kepuasan terhadap Presiden SBY yang tinggi tak berbanding lurus dengan elektabilitas Partai Demokrat. Menurut Jaedy, hal tersebut karena kasus korupsi yang menyeret sejumlah kader PD.

"Tampaknya periode pemerintahan ini berkorelasi dimulainya anomali ini. Hampir 45 persen masyarakat melihat korupsi dari Partai Demokrat. Sebaik apapun kinerja presiden kemungkinan kecil akan mendongkrak PD," tandasnya.

SMRC menyebutkan meski kinerja SBY dalam setahun terakhir membaik ternyata tak dapat menaikan atau memulihkan dukungan massa. Bahkan dukungan terhadap Partai Demokrat tersebut terus merosot.

"Pada masa ini, kondisi ekonomi dan kinerja presiden SBY yang dinilai makin bagus ternyata tidak menaikan atau memulihkan dukungan massa pada partai pemenang pemilu 2009 tersebut," katanya.

Anomali atau ketidaksesuaian tersebut terjadi salah satunya karena banyaknya masalah internal di tubuh Demokrat itu sendiri. Sehingga prestasi SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu menjadi tak terlihat.

"Kinerja Presiden SBY tidak bisa menyelamatkan Demokrat. Sepanjang tahun 2012 rating kinerja Presiden SBY naik, tapi Demokrat terus menurun. Sumber anomali itu adalah masalah internal di Demokrat sendiri, bukan di kinerja presiden," kata dia.

Dari hasil survei yang dilakukan pada 6-20 Desember 2012 menyebutkan, tren anomali di atas kemungkinan akan berlanjut sepanjang tahun 2013 atau bahkan hingga pemilu 2014, kalau Demokrat lebih mengandalkan kinerja pemerintah dan kinerja Presiden SBY.

Survei ini dilakukan SMRC pada 6-20 Desember 2012. Survei ini diikuti oleh 1.220 responden yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, dengan margin of error kurang lebih 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.