PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dadang, PHL di Polres Tanjunginang

Hidupi Keluarga dengan Penghasilan Rp500 Ribu Per Bulan
Oleh : ah/si
Minggu | 20-01-2013 | 15:02 WIB
IMG01409-20121220-1135.jpg honda-batam

Dadang alias Endang Supriatna, pegawai harian lepas di Polres Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, batamtoday - Rasanya sulit dicerna akal sehat, jika penghasilan sebesar Rp 500 ribu  per bulan di jaman sekarang bisa menghidupi empat anggota keluarga, apalagi di tengah harga kebutuhan bahan pokok yang meroket selangit.


Apabila bukan karena karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, niscaya penghasilan sebesar itu tidak akan bisa mencukupi untuk hidup sehari-hari. Namun karena Allah melihat hambahnya selalu bersyukur, meski dengan penghasilan sebesar Rp 500 ribu per bulan, maka Allah akan mencukupi rezeki dan segala kebutuhan hambanya.

Adalah Endang Supriatna, 30 tahun, seorang pegawai harian lepas (PHL) di Polres Tanjungpinang. Endang yang berpenghasilan Rp 500 ribu sebagai PHL di Polres Tanjungpinang, mengaku tetap semangat dan tidak patah arang dalam bekerja demi dua buah hatinya.

"Hidup adalah anugerah Tuhan yang harus disukuri. Karena sesungguhnya, jodoh, maut, atau harta rezki dan anak merupakan titipan yang harus disyukuri. Saya tetap bersyukur meski penghasilan saya Rp 500 ribu per bulan, demi dua buah hati saya untuk mendapatkan pendidikan layak, saya tetap semangat dalam bekerja," kata Dadang, sapaan akrabnya.

Dadang, pria kelahiran Tanjungpinang 17 Maret 1978 lalu, dibesarkan dari keluarga nelayan sederhana. Ia pun bercita-cita sebagai kapten kapal, namun karena keterbatasan ekonomi orang tuanya, Dadang pun harus mengubur cita-citanya.

Suami dari Susi dan ayah dari Pasha dan Restu ini, akhirnya banting setir dan bekerja sebagai tenaga serabutan seperti kuli bangunan dan buruh harian lepas. Penghasilan sebagai kuli bangunan dan buruh harian lepas itu, sedikit demi sedikit dia sisihkan untuk pendidikan Pasha dan Restu yang kini sudah duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Karena kejujuran dan keuletan Dadang dalam bekerja, seorang anggota Polres Tanjungpinang menawarinya bekerja di Polres Tanjungpinang dengan penghasilan Rp 500 ribu per bulan. Dadang diberi tugas membantu operasional anggota Polres Tanjungpinang di belakang layar.

Dengan tugas barunya itu, Dadang merasa ada kebanggaan bisa bekerja sebagai abdi negara dengan membantu tugas kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Dadang tak pernah merisaukan penghasilannya yang kecil dan tetap bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan kepada dirinya.

Sebagai seorang Muslim, Dadang tak pernah meninggalkan ibadah sholat lima waktu dan mengaji sebagai bentuk syukurnya kepada Tuhan. Susi, istri tercintanya, juga tidak pernah mempersoalkan gaji suaminya yang hanya berpenghasilan Rp 500 per bulan. Susi, kata Dadang, justru terus mendoakan dirinya agar diberikan rizki tambahan dari Allah.

"Istri saya juga bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Berapapun rizki yang didapat selalu kita nikmati dan syukuri. Allah selaku memberikan tempat yang terbaik untuk kita jalani, tangisan, kesusahan, kesulitan. Apa yang diberikan ke umatnya, tinggal kita yang menjalaninya gimana yang pasti kalau dinikmati dan disukuri semua akan berbuah hasil yang lebih baik lagi," katanya.

Intinya semua pekerjaan itu baik, tinggal pandai-pandai orang yang menjalankan hidupnya dalam menafkahi keluarga dan mencari penghidupan yang lebih layak lagi.