Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemkab Anambas Usulkan Pembentukan Polres
Oleh : em/dd
Selasa | 15-01-2013 | 08:28 WIB

ANAMBAS, batamtoday - Dalam waktu dekat ini, penyelenggaraan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas akan ditangani kepolisian setingkat Polres, sebagaimana telah diusukan Pemkab Anambas dalam rapat muspida yang digelar, baru-baru ini.


Namun, Kabupaten Anambas yang sejak dimekarkan baru memiliki tiga Polsek, harus terlebih dahulu menambah satu Polsek lagi sebagai syarat membentuk Polres.

"Untuk bisa menjadi Polres, Kabupaten Kepulauan Anambas harus menambah satu Polsek lagi, karena selama ini masih ada tiga Polsek jadi butuh penambahan satu Polsek lagi baru memenuhi persyaratan membentuk Polres Anambas," kata Kapolres Natuna, AKBP Anton Setiawan, kepada wartawan, baru-baru ini.

Kapolres menambahkan, pengusulan pembentukan Polres Anambas akan dibentuk secepatnya namun harus terlebih dahulu memiliki 4 Polsek. Namun dirinya tidak bisa memastikan waktu pembentukan Polres Anambas tapi akan dilaporkan kepada pimpinannya.

"Sesuai dengan rapat koordinasi, Pemkab Anambas mengusulkan penambahan Polsek di desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur namun kita melihat kondisi lebih baik di Kecamatan Jemaja karena disana mengantisipasi terjadinya ileggal logging," katanya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtaruddin, mengatakan dalam rapat kerja Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) yang baru dilaksanakan baru-baru ini telah mengusulkan pembentukan Polres Anambas.

"Kita sudah ada tiga Polsek jadi butuh penambahan satu Polsek lagi agar bisa dibentuk Polres Anambas. Kita usulkan dibentuk Polsek di Desa Nyamuk karena penduduknya lebih padat dan wilayahnya lebih luas," kata Bupati.

Selain mengusulkan pembentukan Polres Anambas, rapat kerja yang dihadiri Danalal Tarempa, Kapolres Natuna, Dandim dan Kajari tersebut itu juga turut membahas masalah transportasi dan data kependudukan.

"Selain membahas pembentukan Polres, kita juga membahas masalah transportasi dan data kependudukan," kata Tengku Mukhtaruddin.