Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenhut Bantah Indonesia Disebut Perusak Hutan Tercepat di Dunia
Oleh : si
Rabu | 26-12-2012 | 12:25 WIB

JAKARTA, batamtoday - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membantah Indonesia disebut sebagai salah satu perusak hutan tercepat, meskipun aksi illegal logging (pembalakan liar) dan kebakaran hutan masih marak.



"Ada yang menyebut kita ini negara nomor tiga dalam penebangan hutan, dan Indonesia apa itu benar, apa dia paham hutan dan Indonesia. Sekarang ada yang bilang Indonesia jangan tebang pohon, tentunya tidak demikian," jelas Yeti Rusli,Staff Ahli Lingkungan dan Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Menurut dia, seseorang yang akan mengungkapkan mengenai kerusakan hutan di Indonesia harus bisa memahami karakter dan kondisi hutan di tanah air secara benar. "Harus bisa memahami mengenai karakter dan kondisi hutan di tanah air secara benar, baru bisa mengungkapkan mengenai kerusakan hutan di Indonesia," katanya

Yeti menjelaskan,sepatutnya seseorang yang akan mengomentari hutan di Indonesia untuk bisa mempelajari karakteristik kehidupan masyarakat di tanah air yang memang dalam kehidupannya masih mengandalkan pohon dan sumber daya yang ada di hutan.

"Masyarakat kita ini masih banyak yang tinggal di hutan, dan tidak bisa mereka tidak menebang hutan. Yang terpenting itu kita menebang bukan merusak hutan, tidak mungkin kita tidak menebang," kata mantan Kepala Badan Planologi Kemenhut ini.

Lebih lanjut dia menegaskan, selama ini Kemenhut juga selalu menjalankan program pengembalian fungsi hutan, salah satunya dengan melakukan penanaman pohon yang dilakukan dalam berbagai program.

"Padahal selama ini kita menanam dengan cepat mengembalikan hutan yang ada. Jadi tidak bisa tidak menebang yang tidak boleh adalah merusak," katanya lagi.

Oleh karenanya, dia menyayangkan jika ada yang mengatakan selama ini Indonesia terus melakukan penebangan hutan yang berimbas pada kerusakan lingkungan.

"Tidak begitu, kita selalu mengembalikan fungsi. Di dalam hutan ada saudara kita yang memang hidupnya menggunakan apa yang ada di sana, tidak bisa kita larang. Karena hutan obat bukan hanya untuk kita, tapi untuk mereka semua," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada 2011-2012 Indonesia dimasukkan tercatat sebagai negara momor tiga dalam perusakan hutannya. Bahkan dalam buku Rekor Dunia Guinness (World Guiness Book’s of Records) tahun 2010 lalu telah memasukkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kehancuran hutan tercepat di antara negara-negara yang memiliki 90 persen dari sisa hutan di dunia.

Berikut adalah daftar negara-negara dengan hutan terluas di dunia dan perbandingan dengan persentase luas wilayah negara bersangkutan. (1) Rusia 8.085.986 (luas hutan dalam km2)  47,35 % (persentase dari total luas wilayah negara) (2) Brazil 4.714.920 ; 55,37 %. (3) Kanada 3.101.340 ; 1,06 %. (4) Amerika Serikat  3.034.070 ;  31,51 %. (5) China 2.054.056 ; 21,40 %. (6) Australia 1.632.912 ; 21,23 %. (7)  Zaire 1.329.707 ;  56,71 %. (8) Indonesia  847.522 ; 45,56 %. (9) Peru 685.536 ; 53,34 %. (10) India 677.598 ; 21,17 %. (11) Sudan 663.677 ; 26,49 %. (12) Meksiko 637.172 ; 32,44 %. (13) Kolombia 606.340 ; 53,11 %. (14) Angola 588.544 ; 47,21 %. (15) Bolivia 581.996 ; 52,98 %. (16) Venezuela 471.378 ; 51,68 %. (17) Zambia 415.624 ; 55,22 %. (18) Tanzania 344.326 ; 36,43 %. (19) Argentina 327.214 ; 11,77 %. (20) Myanmar 312.892 ; 46,25 %.