Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Investor Baru Asal Tiongkok Masuk BIE Lobam, PT CCI dan PT BOF Perluas Produksi
Oleh : Harjo
Kamis | 25-06-2026 | 11:28 WIB
BIE-Lobam2.jpg Honda-Batam
General Manager PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), Aditya Laksamana. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) Lobam kembali menarik minat investor asing. Investor baru asal Tiongkok, PT Shandong Shelltec, resmi menanamkan modal senilai sekitar 600.000 euro atau setara 3,4 juta dolar Amerika Serikat, di tengah ekspansi yang dilakukan sejumlah perusahaan yang telah beroperasi di kawasan industri tersebut.

Masuknya investor baru tersebut semakin memperkuat tren pertumbuhan investasi di BIE Lobam, Kabupaten Bintan, yang juga diikuti perluasan fasilitas produksi oleh PT CCI dan PT Bionesoa Organic Foods (BOF).

General Manager PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), Aditya Laksamana, mengatakan meningkatnya jumlah investor menunjukkan tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek pengembangan kawasan industri BIE Lobam.

"Masuknya investor baru dan pengembangan perusahaan yang sudah ada menjadi bukti bahwa BIE Lobam masih memiliki daya tarik tinggi bagi investor untuk mengembangkan usahanya," ujar Aditya di Lobam, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, investor baru PT Shandong Shelltec saat ini tengah mempersiapkan operasional pabrik melalui proses rehabilitasi gedung. Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur tabung gas dan produk sejenis tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

Pada tahap awal operasional, perusahaan akan menyerap sekitar 20 tenaga kerja, kemudian meningkat hingga 50 orang pada fase berikutnya. "Saat ini PT Shandong Shelltec sedang melakukan rehabilitasi gedung sebagai bagian dari persiapan operasional dan diperkirakan segera mulai beroperasi," kata Aditya.

Selain investor baru, perusahaan yang telah lama beroperasi di kawasan BIE Lobam, PT CCI, juga melakukan ekspansi dengan menambah gedung produksi. Perluasan fasilitas tersebut diperkirakan membuka sekitar 300 lapangan kerja baru.

Aditya menjelaskan, keputusan PT CCI memindahkan sebagian aktivitas usahanya dari Malaysia ke BIE Lobam didasarkan pada besarnya peluang pengembangan bisnis di kawasan industri tersebut. "Perusahaan CCI yang sebelumnya beroperasi di Malaysia memindahkan aktivitasnya ke kawasan BIE Lobam karena melihat potensi pengembangan usaha di sini lebih menjanjikan," ungkapnya.

Sementara itu, PT Bionesoa Organic Foods (BOF) yang bergerak di bidang pengolahan produk berbahan baku kelapa juga terus memperluas kapasitas usahanya. Perusahaan saat ini fokus melakukan pembenahan manajemen sekaligus mengembangkan berbagai produk unggulan baru tanpa menghentikan aktivitas produksi yang telah berjalan.

"Perusahaan saat ini terus melakukan berbagai pembenahan, baik dari sisi manajemen maupun pengembangan produk unggulan baru, sementara kegiatan produksi tetap berjalan seperti biasa," tambah Aditya.

Ia optimistis masuknya investor baru serta ekspansi yang dilakukan perusahaan-perusahaan di BIE Lobam akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bintan. Selain meningkatkan nilai investasi, perkembangan tersebut juga diyakini mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan memperkuat daya saing kawasan industri di Kepulauan Riau.

Editor: Gokli