Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Luar Biasa, 42 Orang Sekeluarga dari Banjarnegara Naik Haji dalam Satu Kloter
Oleh : Saibansah
Kamis | 18-06-2026 | 16:28 WIB
Keluarga-Naik-Haji.jpg Honda-Batam
Inilah para 42 orang keluarga besar Bani Sawijaya yang berangkat naik haji dalam satu kloter. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Sebanyak 42 anggota keluarga besar Bani Sawijaya asal Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menunaikan ibadah haji pada musim haji 2026. Seluruhnya tergabung dalam Kloter 71 Embarkasi Solo (SOC).

Salah satu jamaah, Subianto, mengaku tidak menyangka puluhan anggota keluarganya dapat berangkat ke Tanah Suci pada tahun yang sama. Sebab, masing-masing anggota keluarga mendaftar haji secara terpisah tanpa kesepakatan atau perencanaan khusus untuk berangkat bersama.

"Awalnya kami juga kaget. Setelah ada pemanggilan dan mengikuti manasik haji, ternyata banyak sekali keluarga yang masuk daftar keberangkatan tahun ini. Padahal saat mendaftar tidak bersamaan," ujar Subianto di Madinah, Rabu (17/6/2026).

Menurut dia, sebagian besar anggota keluarga mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji pada rentang 2012 hingga 2013. Meski waktu pendaftaran berbeda-beda, masa tunggu yang relatif sama membuat mereka akhirnya memperoleh jadwal keberangkatan pada musim haji tahun ini.

Menariknya, seluruh anggota keluarga besar tersebut berprofesi sebagai petani di kawasan dataran tinggi Dieng. Mereka menggantungkan penghasilan dari budidaya kentang dan berbagai jenis sayuran yang menjadi komoditas utama daerah tersebut.

"Semuanya petani. Mayoritas petani kentang dan sayuran," kata Subianto.

Anggota keluarga lainnya, Sueny, mengatakan keluarga mereka memiliki kebiasaan tidak mengumumkan ketika mendaftar haji. Karena itu, banyak anggota keluarga yang baru mengetahui satu sama lain akan berangkat setelah proses pelunasan dan persiapan keberangkatan dimulai.

"Kami biasanya tidak memberi tahu saat mendaftar haji karena takut dianggap pamer atau riya. Jadi, banyak yang tidak tahu kalau anggota keluarga lain juga sudah mendaftar," ujarnya.

Pada musim haji tahun ini, Desa Karangtengah tercatat memberangkatkan sekitar 53 jamaah. Dari jumlah tersebut, sekitar 42 hingga 43 orang masih memiliki hubungan keluarga dalam satu garis keturunan Bani Sawijaya.

"Dari 10 RT yang ada di kampung kami, hampir semuanya ada warga yang berangkat haji tahun ini. Hanya satu RT yang tidak ada," kata Sueny.

Selain menjadi momen kebersamaan keluarga besar, para jamaah asal Dieng juga menghadapi tantangan beradaptasi dengan cuaca ekstrem di Arab Saudi. Perbedaan suhu antara Dieng dan Tanah Suci tergolong sangat jauh.

Jika suhu di Dieng pada musim tertentu dapat mencapai minus 1 hingga minus 2 derajat Celsius, suhu di Makkah saat musim haji tahun ini berkisar antara 40 hingga 47 derajat Celsius.

Meski demikian, Subianto mengatakan dirinya dan rombongan mampu menyesuaikan diri dengan baik. Mereka menerapkan berbagai langkah pencegahan, seperti menggunakan payung dan pelindung kulit saat beraktivitas di luar ruangan.

"Alhamdulillah tidak ada jamaah dari rombongan kami yang mengalami gangguan kesehatan serius akibat cuaca. Kami menjaga kondisi tubuh, memakai payung, dan menggunakan sunblock saat beraktivitas di luar," ujarnya.

Menurut dia, kondisi paling berat dirasakan saat harus berjalan kaki dari terminal menuju Masjidil Haram atau ketika berada di area terbuka yang terpapar sinar matahari langsung. Sementara di hotel dan area dalam Masjidil Haram, jamaah relatif nyaman karena tersedianya fasilitas pendingin udara.

Keberangkatan puluhan anggota keluarga besar dalam satu musim haji tersebut menjadi kisah unik yang menarik perhatian. Bagi keluarga Bani Sawijaya, perjalanan ke Tanah Suci menjadi buah dari kerja keras bertahun-tahun sebagai petani sekaligus kesabaran menunggu antrean haji hingga akhirnya dapat berangkat bersama.

Editor: Dardani