Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sebanyak 8.000 Orang Jamaah Haji Indonesia Masuk Raudhah Tiap Hari
Oleh : Saibansah
Sabtu | 13-06-2026 | 17:52 WIB
Jamaah-Haji.jpg Honda-Batam
Jemaah haji Indonesia yang antri mau masuk Raudhah di Masjid Nabawi Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Jamaah haji Indonesia yang telah tiba di Madinah memanfaatkan kesempatan untuk beribadah di Raudhah, area di dalam Masjid Nabawi yang diyakini sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa.

Kepala Sektor Khusus Nabawi, Muhammad Thoriq, mengatakan jumlah jamaah Indonesia yang masuk ke Raudhah dapat mencapai sekitar 8.000 orang per hari.

"Pada pukul 16.00 ada beberapa kloter yang masuk dengan jumlah sekitar 1.045 jamaah. Kemudian pada pukul 17.00 juga ada beberapa kloter berikutnya yang akan masuk. Total dalam sehari bisa mencapai 8.000 orang," kata Thoriq kepada wartawan Media Center Haji (MCH) di Madinah, Kamis (11/6/2026).

Raudhah merupakan area di dalam Masjid Nabawi yang berada di antara rumah Nabi Muhammad SAW—yang kini menjadi lokasi makam Rasulullah SAW—dan mimbar. Kawasan tersebut ditandai dengan hamparan karpet dan tiang berwarna putih sehingga mudah dikenali oleh para jamaah.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebut area tersebut sebagai Raudhatul Jannah atau taman di antara taman-taman surga. Karena itu, banyak jamaah memanfaatkan kesempatan berada di Raudhah untuk melaksanakan shalat sunnah dan memanjatkan doa.

Untuk memudahkan akses jamaah Indonesia, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kembali menerapkan sistem pendaftaran kolektif melalui tasreh atau izin masuk ke Raudhah. Pendaftaran dilakukan melalui ketua kloter maupun petugas bimbingan ibadah yang kemudian dikoordinasikan oleh Sektor Khusus Nabawi.

Selain melalui sistem kolektif, jamaah juga dapat mendaftar secara mandiri menggunakan aplikasi Nusuk yang disediakan otoritas Arab Saudi.

Salah seorang jamaah asal Cirebon, Jawa Barat, Muhammad Zulfam, mengaku bersyukur dapat memasuki Raudhah. Ia berharap bisa kembali beribadah di lokasi tersebut selama berada di Madinah.

"Alhamdulillah, terharu dan ingin ke sini lagi. Terima kasih kepada petugas yang sudah memfasilitasi kami masuk," ujar Zulfam.

Hal serupa disampaikan jamaah asal Solo, Jawa Tengah, Zuhdi. Menurut dia, kesempatan beribadah di Raudhah menjadi pengalaman yang berkesan meski waktu yang diberikan relatif singkat.

"Bersyukur. Inginnya lebih lama, tetapi sudah harus bergeser karena diatur oleh petugas," kata Zuhdi.

Jamaah berusia 60 tahun itu berharap dapat kembali masuk ke Raudhah selama masa tinggalnya di Madinah yang berlangsung sekitar delapan hari. "Saya ingin mendoakan seluruh keluarga dan memohon kebahagiaan dunia serta akhirat," tuturnya.

Editor: Dardani