Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Masyarakat Soroti Minimnya Fasilitas Pendukung di Pelabuhan Bongkar Muat Kota Sagara Bintan
Oleh : Harjo
Rabu | 10-06-2026 | 16:48 WIB
Kondisi-Jalan-Pelabuhan.jpg Honda-Batam
Kondisi jalan masuk Pelabuhan Bongkar Muat Kota Sagara masih dari tanah merah. (Harjo/BTD)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Tokoh Masyarakat Bintan, Andi Masdar Paranrengi menyoroti minimnya fasilitas pendukung di Pelabuhan Bongkar Muat Kota Sagara, Kecamatan Bintan Utara.

Andi menyayangkan minimnya fasilitas penerangan dan kondisi jalan yang masih tanah merah di pelabuhan yang dikelola oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Kepri.

"Kondisi penerangan sangat minim. Tidak mencukupi untuk standar pelabuhan," ungkap Andi, Rabu (10/6/2026).

Begitu juga kondisi jalan masuk pelabuhan Kota Sagara dari awal selesai dibangun hingga saat ini, jalan masih tanah merah dan saat hujan turun justru berlumpur dan air menggenang. 

Sementara fasilitas seperti bangunan yang ada terkesan hanya dibangun seadanya, walaupun keberadaan pelabuhan bongkar muat ini, sudah bertahun-tahun difungsikan untuk kegiatan bongkar muat seperti semen, jasa elspedisi lainnya. 

"Seharusnya antara tujuan pelabuhan bongkar muat dibangun untuk meningkatkan ekonomi, seimbang dengan pembangunan fasilitasnya. Agar manfaat pelabuhan bongkar muat bisa benar-benar maksimal. Bukan sebaliknya ,dengan fasilitas seadanya berharap dengan hasil yang maksimal, jelas disini terjadinya ketimpangan," tegasnya. 

Andi Masdar menambahkan, harapan masyarakat adanya pelabuhan bongkar jelas dari mulai jaman Bupati Bintan Ansar Ahmad, sayangnya hingga Ansar Ahmad jadi Gubernur Kepri. Namun keberadaan pelabuhan bongkar muat Kota Sagara sejak selesai dibangun, belum ada penambahan atau peningkatan pembangunan fasilitas tambahan lain, yang benar-benar memberikan dampak signifikan. 

“Harapan masyarakat, dibangunnya pelabuhan benar-benar maksimal bukan sekedar ala kadarnya saja, sebagai pemenuhan janji politik semata," imbuhnya.

Editor: Yudha