Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Wagub Nyanyang Tegaskan Perkembangan Industri Harus Diimbangi Sistem Perlindungan Tenaga Kerja yang Kuat
Oleh : Redaksi
Selasa | 09-06-2026 | 19:28 WIB
Wagub-Nyanyang3.jpg Honda-Batam
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura (tengah) memberikan kata sambutan pada pengukuhan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Tribun Batam, Selasa (9/6/2026). (DISKOMINFO KEPRI)

BATAMTODAY.COM, Batam - Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pesatnya perkembangan industri di Kepri harus diimbangi dengan sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat.

Ini ditegaskan Nyanyang saat mengukuhkan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Tribun Batam, Selasa (9/6/2026).

Menurut Nyanyang, Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu pusat industri strategis nasional yang berada di jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia.

Karakteristik wilayah yang didominasi industri padat modal, teknologi tinggi, manufaktur, minyak dan gas, serta aktivitas maritim membuat aspek keselamatan dan kesehatan kerja menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

"Mobilitas tenaga kerja yang tinggi dan perkembangan industri yang pesat harus diimbangi dengan sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat. Jika tidak dikelola dengan baik, potensi risiko kecelakaan kerja akan semakin besar," ujarnya.

Sektor galangan kapal (shipyard) dia sebut menjadi salah satu bidang yang membutuhkan perhatian serius karena memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi.

Kompleksitas operasional, modernisasi peralatan, hingga tuntutan standar global mengharuskan setiap perusahaan menerapkan budaya keselamatan kerja secara konsisten.

Menyikapi hal ini, Pemprov Kepri ditegaskan Nyanyang terus berupaya memperkuat pengawasan ketenagakerjaan terutama pada sektor galangan kapal dan manufaktur berat.

Selain itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal melalui pelatihan keselamatan kerja bersertifikasi internasional menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Program tersebut akan dijalankan melalui optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) serta kerja sama dengan sektor swasta guna mencetak tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga disiplin tinggi dalam penerapan K3.

"Penerapan K3 yang baik akan menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif. Investor akan lebih percaya untuk menanamkan modalnya sehingga lapangan kerja baru terus terbuka," jelasnya.

Editor: Yudha