Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gempa 7,7 Magnitudo di Laut Sulawesi Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang hingga 0,75 Meter di Talengan
Oleh : Redaksi
Senin | 08-06-2026 | 09:09 WIB
laut-sulawesi.jpg Honda-Batam
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026). (Screenshot laman bmkg.go.id)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026). Gempa tersebut terjadi pada koordinat 5,79 Lintang Utara dan 125,14 Bujur Timur dengan kedalaman 47 kilometer.

Dalam pemutakhiran yang dirilis BMKG pada pukul 08.34 WIB, tsunami terpantau di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara dengan ketinggian gelombang yang bervariasi.

Gelombang tsunami tertinggi tercatat di Talengan, Sulawesi Utara, mencapai 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB. Sementara itu, di Paleleh tinggi gelombang terukur 0,45 meter pada pukul 07.34 WIB.

BMKG juga mencatat tinggi muka air laut di sejumlah titik lainnya, yakni Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, sebesar 0,32 meter pada pukul 07.27 WIB, Tanjung Sidupa 0,32 meter pada pukul 07.39 WIB, Tahuna 0,30 meter pada pukul 06.58 WIB, dan Bitung 0,29 meter pada pukul 07.51 WIB.

Selain itu, tsunami terdeteksi di Ulu Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dengan ketinggian 0,18 meter pada pukul 07.27 WIB, Ternate 0,14 meter pada pukul 07.51 WIB, serta Loloda, Halmahera Barat, sebesar 0,09 meter pada pukul 07.20 WIB.

BMKG terus memantau perkembangan kondisi laut dan aktivitas seismik pascagempa serta mengimbau masyarakat di wilayah pesisir yang terdampak untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah maupun otoritas kebencanaan setempat.

Hingga laporan ini diterbitkan, BMKG masih melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap potensi dampak lanjutan akibat gempa bumi dan tsunami tersebut.

Editor: Gokli