Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gaya Teduh Kepemimpinan Gus Irfan Jaga Spirit Petugas Haji di Arab Saudi
Oleh : Saibansah
Minggu | 07-06-2026 | 16:08 WIB
menhaj_teduh.jpg Honda-Batam
Gus Irfan didampingi Dirjen Kemenhaj RI Teguh DN (kanan) dan Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo (kiri) saat ngobrol santai dengan para Petugas MCH PPIH Arab Saudi 2026 di Kantor Daker Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Sukses melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), tak cukup bagi sosok Gus Irfan untuk rehat sejenak sambil tarik kursi menyeruput kopi. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI itu langsung terbang ke 'Kota Nabi', Madinah. Apa hal? Berikut ini catatan Pemimpin Redaksi BATAMTODAY.COM yang menjadi Petugas MCH (Media Center Haji) PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi 2026, Saibansah Dardani.

Sebelum para Petugas MCH Daker Madinah meninggalkan Makkah, Menhaj RI Mochammad Irfan Yusuf telah lebih dahulu sampai Madinah. Agendanya, mengadakan pertemuan dengan 23 'juragan dapur' katering Madinah. Merekalah yang nanti akan menyediakan sarapan-makan siang-malam untuk para jemaah haji Indonesia gelombang kedua. Sukses pelayanan jemaah haji gelombang pertama selama di Madinah, harus juga dirasakan oleh mereka yang gelombang kedua. Itulah inti pertemuan Gus Irfan dengan para 'juragan dapur' tersebut.

Tidak ada pilihan, layanan konsumsi tidak boleh kendor. Harus terus digas. Kontrol ketat harus terus dilakukan oleh para petugas di semua dapur. Tujuannya jelas, pujian yang diberikan jemaah haji Indonesia selama proses kedatangan hingga kepulangan mereka ke tanah air, mengenai menu makanan yang memuaskan selera mereka, harus terus dijaga sampai kepulangan jemaah haji Indonesia terakhir.

"Walaupun kita sudah berhasil menjaga kualitas makanan dari hari pertama, tapi kalau ada satu hari menjelang hari terakhir, ada menu makanan yang tidak sesuai, itulah yang nanti akan terus diviralkan, jadi semua petugas tidak boleh kendor mengontrol konsumsi jemaah ini," tutur Gus Irfan dalam satu sesi bincang santai dengan para wartawan yang tergabung dalam MCH Daker Madinah di Ruang MCH, Kamis 4 Juni 2026.

Seperti halnya yang dilakukan Gus Irfan di Makkah, Sabtu 23 Mei 2026 lalu, dengan gayanya yang teduh dan suaranya yang lembut namun santai, Menhaj ngobrol santai dengan para petugas MCH mengenai persiapan puncak Armuzna pada, Selasa-Sabtu, 26-30 Mei 2026. Gus Irfan memompa semangat para petugas haji Indonesia agar memberikan layanan maksimal untuk para tamu Allah selama di Armuzna.

"Berikanlah yang terbaik untuk mereka. Karena mereka adalah tamu Allah!," tegasnya.

BACA JUGA: Saat Puncak Haji, Kemenhaj Siagakan 1.200 Tenaga Kesehatan

Kini setelah rangkaian puncak haji di Armuzna telah usai, kembali suntikan spirit itu disampaikan Gus Irfan kepada para petugas haji Indonesia. Yaitu, untuk memberikan layanan terbaik selama pendorongan mereka dari Makkah ke Madinah. Juga, layanan terbaik selama mereka di Madinah. Baik itu untuk melakukan ibadah 'arbain' maupun ziarah ke makam Rasulullah.

Arahan itu disampaikan Gus Irfan dengan gayanya yang teduh dan lembut, tapi tegas. Kembali mengarahkan kepada para petugas haji di Madinah agar pada hari pertama kedatangan jemaah haji, Minggu 7 Juni 2026, dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Agar pelayanan tersebut maksimal, Gur Irfan juga telah mengecek langsung KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) di Madinah, mengecek dapur-dapur penyedia konsumsi dan semua hal terkait dengan pelayanan di Madinah.

Begitulah gaya khas Gus Irfan memimpin pelayanan jemaah haji Indonesia 2026. Meski telah meraih berbagai pujian, dari masyarakat dan pemerintah berbagai negara, termasuk Kerjaan Arab Saudi. Tetapi saja, itu tidak boleh membuat para petugas haji lengah. Pelayanan terbaik harus diberikan sampai dengan hari terakhir, kepada jemaah haji terakhir yang akan kembali ke tanah air.*

Editor: Dardani