Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BMKG Sebut Fenomena Bediding Bukan Cuaca Ekstrem
Oleh : Irawan
Minggu | 07-06-2026 | 14:34 WIB
bediiding_bmkg.jpg Honda-Batam
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan fenomena bediding atau suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari bukan merupakan cuaca ekstrem. Kondisi tersebut merupakan fenomena musiman yang umum terjadi saat musim kemarau.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani mengatakan masyarakat perlu memahami bediding bukan fenomena yang datang secara tiba-tiba seperti cuaca ekstrem. Ia menyebut fenomena itu terjadi sebagai bagian dari siklus iklim tahunan.

"Perlu dipahami bediding bukanlah fenomena yang melanda seperti kejadian cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman ketika udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan," kata Ida di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Ida, suhu udara terasa lebih dingin karena pada malam hari panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih mudah dilepaskan ke atmosfer saat kondisi langit cerah tanpa banyak awan.

Kondisi tersebut diperkuat oleh rendahnya kelembapan udara serta meningkatnya pengaruh massa udara kering yang berasal dari Australia.

BMKG menjelaskan fenomena bediding umumnya mulai dirasakan pada Juni dan akan semakin terasa pada Juli hingga Agustus, terutama ketika angin timuran atau Monsun Australia semakin kuat.

BMKG menegaskan fenomena bediding tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi ini lebih sering dirasakan di daerah yang memiliki langit cerah, kelembapan udara rendah, dan curah hujan yang mulai berkurang.

Wilayah yang biasanya lebih awal mengalami bediding antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, wilayah selatan Pulau Jawa, kawasan dataran tinggi di Jawa, serta sebagian Sumatera bagian selatan seperti Sumatera Selatan dan Lampung.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak untuk mengenakan pakaian hangat dan memperbanyak konsumsi air putih agar tetap nyaman saat beraktivitas. Fenomena bediding belakangan ramai diperbincangkan oleh netizen melalui media sosial.

Salah satunya melalui unggahan akun Instagram @4climate yang menyebut suhu udara dingin mulai dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan.

Dalam unggahan tersebut disebutkan suhu udara di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, dapat mencapai 13 hingga 16 derajat Celsius pada pukul 03.00 hingga 06.00 WIB.

Meski penjelasan mengenai bediding dalam unggahan tersebut secara umum sesuai dengan kajian meteorologi, BMKG merasa perlu memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak menyamakan fenomena musiman tersebut dengan cuaca ekstrem.

Editor: Surya