Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pesparawi Nasional XIV 2026 Digelar di Manokwari, Usung Tema Ramah Lingkungan dan Persatuan Umat
Oleh : Redaksi
Kamis | 04-06-2026 | 12:08 WIB
Pesparawi-2026.jpg Honda-Batam
Kemenag RI akan menyelenggarakan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, pada 18-28 Juni 2026. (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menyelenggarakan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, pada 18-28 Juni 2026. Ajang dua tahunan ini mengusung semangat kepedulian lingkungan sekaligus penguatan persaudaraan antarumat beragama.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Kick Off Pesparawi Nasional XIV yang digelar secara hybrid di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Kegiatan ini menandai dimulainya seluruh rangkaian persiapan penyelenggaraan ajang nasional tersebut.

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Jeane Marie Tulung, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani Sirua, Ketua DPRD Manokwari, Ketua Harian Panitia Pelaksana Jacob Fonataba, serta jajaran panitia, pimpinan gereja, dan Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN). Kegiatan juga diikuti secara daring oleh perwakilan Bimas Kristen dan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) dari seluruh Indonesia.

Usung Tema Ramah Lingkungan

Pesparawi Nasional XIV mengangkat tema "Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan". Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kegiatan keagamaan harus memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Ia mendorong penerapan praktik ramah lingkungan dalam seluruh rangkaian kegiatan, seperti penggunaan tumbler pribadi, pengurangan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah yang tertib, serta penerapan pola hidup berkelanjutan. "Melalui Pesparawi Nasional XIV, kita ingin menegaskan bahwa nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan harus berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan bangsa yang berkelanjutan," ujar Nasaruddin Umar.

Perkuat Persaudaraan dan Nilai Kebangsaan

Selain isu lingkungan, Menag juga menekankan bahwa Pesparawi menjadi sarana memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan bangsa melalui seni musik gerejawi yang sarat nilai spiritual.

Ia menegaskan bahwa harmoni dalam paduan suara mencerminkan keberagaman Indonesia yang mampu menyatu dalam satu kesatuan. "Harmoni tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari keberagaman suara yang berpadu dalam satu tujuan," kata Menag.

Menurutnya, Pesparawi juga diharapkan dapat meningkatkan penghayatan iman dan memperdalam nilai-nilai spiritual umat beragama di Indonesia.

Diikuti 8.000 Peserta dari Seluruh Indonesia

Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 akan diikuti sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi di Indonesia. Para peserta akan berlomba dalam 12 kategori yang menampilkan seni paduan suara dan musik gerejawi dari berbagai daerah.

Direktur Jenderal Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, menyampaikan bahwa Kick Off ini menjadi penanda resmi dimulainya seluruh tahapan persiapan penyelenggaraan.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, gereja, dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan Pesparawi berjalan sukses. "Kick Off ini menjadi momentum untuk menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dimulai. Kami berharap dukungan semua pihak agar Pesparawi berjalan sukses dan memberi manfaat luas," ujarnya.

Dasar Regulasi dan Harapan Kemenag

Penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 19 tentang Pembentukan LPPN serta Keputusan Menteri Agama Nomor 285 Tahun 2025 yang menetapkan Papua Barat sebagai tuan rumah.

Kemenag berharap ajang ini tidak hanya menjadi perhelatan seni paduan suara gerejawi, tetapi juga memperkuat moderasi beragama, memperkokoh persatuan bangsa, meningkatkan kepedulian lingkungan, serta menghadirkan wajah Indonesia yang harmonis di tengah keberagaman.

Editor: Gokli