Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tingkatkan Daya Saing Lulusan MagangHub, Kemnaker dan BNSP Siapkan 15 Skema Sertifikasi
Oleh : Redaksi
Rabu | 03-06-2026 | 13:28 WIB
Yassierli5.jpg Honda-Batam
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. (Kemnaker)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyediakan 15 skema sertifikasi kompetensi bagi lulusan Program Pemagangan Nasional atau MagangHub. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memberikan pengakuan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja di tengah persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif.

Menurutnya, berbagai skema sertifikasi yang disiapkan telah disesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini, mencakup bidang administrasi perkantoran, teknologi informasi, pelayanan pelanggan, keuangan, sumber daya manusia, analisis data, hingga keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

"Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan lulusan MagangHub memiliki pengakuan atas kompetensi yang dimiliki sehingga lebih siap bersaing di pasar kerja," ujar Yassierli dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui Biro Humas Kemnaker, Senin (1/6/2026).

Sebanyak 15 skema sertifikasi yang disiapkan meliputi Pengelolaan Administrasi Perkantoran, Junior Secretary, Asisten Pengembang Web, Digital Marketing, Pembuatan Desain Grafis, Penyusunan Laporan Keuangan Entitas Tunggal, Supervisor Sumber Daya Manusia, Pelayanan Pelanggan, Front Office, Operator Komputer, Digital Filing, Produksi Karya Audio Visual, Analis Data, Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Penyusunan Laporan Keuangan untuk Pemula.

Melalui skema tersebut, peserta MagangHub diharapkan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri modern, baik dalam bidang administrasi, teknologi digital, pengelolaan keuangan, pengembangan sumber daya manusia, maupun kemampuan analisis data dan penerapan standar keselamatan kerja.

Pelaksanaan sertifikasi akan dilakukan oleh BNSP melalui jaringan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bekerja sama dengan balai pelatihan vokasi milik Kemnaker di berbagai daerah.

Untuk mendukung program tersebut, Kemnaker telah melakukan pemetaan kesiapan seluruh balai pelatihan vokasi di Indonesia. Hasilnya menunjukkan sejumlah balai memiliki kapasitas tinggi dalam penyelenggaraan sertifikasi kompetensi.

Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, Medan, dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta masing-masing mampu menyelenggarakan 15 skema sertifikasi. Sementara BBPVP Bekasi memiliki kapasitas 11 skema.

Adapun BBPVP Bandung, BBPVP Semarang, BPVP Aceh, BPVP Padang, BPVP Samarinda, dan BPVP Kendari masing-masing siap menjalankan 10 skema sertifikasi. BPVP Banyuwangi dan BPVP Ternate mampu menyelenggarakan sembilan skema, sedangkan BPVP Bantaeng sebanyak delapan skema.

Selanjutnya, BPVP Pangkajene dan Kepulauan serta BPVP Belitung masing-masing memiliki kapasitas tujuh skema. BBPVP Serang mampu menjalankan enam skema, sementara BPVP Lombok Timur, BPVP Ambon, dan BPVP Sorong masing-masing menyiapkan empat skema sertifikasi.

Untuk BPVP Bandung Barat dan BPVP Sidoarjo, masing-masing memiliki kapasitas tiga skema sertifikasi kompetensi.

Secara nasional, hasil pemetaan menunjukkan total kapasitas penyelenggaraan mencapai 180 skema sertifikasi kompetensi di seluruh balai pelatihan vokasi Kemnaker. Pemerintah berharap perluasan akses sertifikasi ini dapat memperkuat kompetensi lulusan MagangHub, meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional, serta memperbesar peluang mereka untuk terserap di dunia kerja.

Editor: Gokli