Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

IKA Unpad Bentuk Forum Ekonomi Hijau, Perkuat Kolaborasi Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Oleh : Redaksi
Rabu | 03-06-2026 | 09:08 WIB
Ekonomi-Hijau.jpg Honda-Batam
Ekonomi Hijau. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menginisiasi pembentukan Forum Ekonomi Hijau (FEH) sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Inisiatif tersebut lahir di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta ketidakpastian ekonomi global yang menuntut hadirnya model pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi berbagai krisis.

Forum Ekonomi Hijau dijadwalkan diluncurkan pada 17 Juni 2026 di Jakarta dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pemerintah, pelaku usaha, hingga perwakilan masyarakat sipil.

Ketua Dewan Pembina IKA Unpad, Burhanuddin Abdullah, menegaskan Indonesia perlu segera mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau. Menurutnya, biaya yang harus ditanggung akibat mempertahankan pola pembangunan konvensional saat ini jauh lebih besar dibandingkan investasi yang diperlukan untuk beralih ke ekonomi berkelanjutan.

"Ekonomi hijau harus dipandang sebagai peluang untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru, membuka lapangan kerja, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan bangsa," ujar Burhanuddin.

Ia menilai kemampuan beradaptasi terhadap ekonomi hijau akan menjadi salah satu faktor penentu daya saing suatu negara di masa depan. Karena itu, diperlukan sinergi berbagai pihak agar proses transformasi dapat berjalan lebih efektif dan tidak dilakukan secara parsial.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IKA Unpad, Yhodhisman Soratha, mengatakan Forum Ekonomi Hijau dibentuk sebagai ruang dialog strategis yang mempertemukan beragam perspektif dalam merumuskan arah pembangunan Indonesia ke depan.

"Permasalahan keberlanjutan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda," katanya.

Menurut Yhodhisman, pada tahap awal forum tersebut akan menjadi bagian dari ekosistem IKA Unpad. Namun ke depan, FEH diharapkan berkembang menjadi platform independen yang dapat mendorong diskusi publik mengenai kebijakan hijau, inovasi berkelanjutan, dan transformasi ekonomi nasional.

Peluncuran forum nantinya akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pakar dari berbagai bidang untuk membahas strategi penerapan ekonomi hijau di Indonesia. Di antaranya Menteri Koperasi sekaligus Ketua Umum IKA Unpad Ferry Juliantono, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat, serta sejumlah akademisi dan praktisi lainnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Forum Ekonomi Hijau, Ferdian Agustiana, menilai pembahasan mengenai ekonomi hijau perlu diarahkan pada langkah-langkah yang lebih konkret dan terukur.

Menurutnya, ekonomi hijau tidak hanya berkaitan dengan perlindungan lingkungan, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan ekonomi nasional.

"Pertumbuhan ekonomi tetap harus berjalan, namun dengan cara yang lebih efisien, inklusif, serta tidak menimbulkan beban lingkungan bagi generasi mendatang," ujarnya.

Ferdian menambahkan, Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi hijau global melalui pengembangan energi terbarukan, industri hijau, hilirisasi berkelanjutan, dan inovasi teknologi ramah lingkungan.

Melalui Forum Ekonomi Hijau, IKA Unpad berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak kolaborasi dan gagasan yang mendukung pembangunan ekonomi nasional dengan tetap menjaga keseimbangan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Yhodhisman menegaskan, keberhasilan pembangunan di masa depan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga lingkungan dan memastikan bumi tetap layak dihuni bagi generasi berikutnya.

Editor: Yudha